Fasilitas Nuklir Natanz Disabotase, Iran Bersumpah Balas Dendam ke Israel

Senin, 12 April 2021 - 15:05 WIB
Ledakan tersebut dilaporkan merupakan pukulan yang menghancurkan kemampuan Iran untuk memperkaya uranium dan bisa memakan waktu setidaknya 9 bulan untuk melanjutkan pekerjaan di fasilitas tersebut.

NYT juga mencatat bahwa tidak jelas apakah pemerintahan Joe Biden mengetahui operasi rahasia Israel tersebut.

Pada saat yang sama, The Washington Post mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Washington telah melihat laporan dari sebuah insiden itu. "Tetapi AS tidak terlibat, dan kami tidak memiliki apa-apa untuk ditambahkan," kata pejabat tersebut.

Baca juga: Ledakan di Fasilitas Nuklir Natanz Iran Adalah Operasi Rahasia Israel

Sebelumnya, penyiar Kan Radio di Israel mengutip sumber intelijen setempat secara anonim melaporkan bahwa Mossad—badan intelijen Israel untuk operasi di luar negeri—telah menghantam situs Natanz dengan serangan siber.

Pada Minggu pagi, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi melaporkan kecelakaan di situs nuklir Natanz. Dia mengatakan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa atau pencemaran lingkungan.

Kepala AEOI Ali Akbar Salehi kemudian mendefinisikan insiden itu sebagai "tindakan teroris nuklir", dan mengatakan bahwa Teheran berhak untuk menanggapi mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!