Fasilitas Nuklir Natanz Disabotase, Iran Bersumpah Balas Dendam ke Israel

Senin, 12 April 2021 - 15:05 WIB
loading...
Fasilitas Nuklir Natanz...
Senjata anti-pesawat dipasang di kompleks fasilitas pengayaan uranium Natanz, selatan Teheran, Iran. Foto/CC BY 2.0/HAMED SABER/NATANZ NUCLEAR
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran menyalahkan Israel atas sabotase di fasilitas nuklir Natanz pada hari Minggu. Teheran pun bersumpah akan membalas dendam pada rezim Zionis.

Respons Teheran yang menyalahkan negara Yahudi itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Mossad di Balik Serangan Siber di Fasilitas Nuklir Natanz Iran

"Zionis ingin membalas dendam karena kemajuan kami dalam cara mencabut sanksi...mereka secara terbuka mengatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan ini. Tapi kami akan balaskan dendam kami dari Zionis," kata Zarif seperti dikutip oleh stasiun televisi pemerintah yang dilansir Sputniknews.

"Israel telah mengumumkan secara terbuka bahwa mereka tidak akan mengizinkan kami membuat kemajuan dalam mencabut pembatasan, dan mereka yakin telah berhasil di dalamnya," ujarnya.

Diplomat top Teheran itu menambahkan bahwa sebagai respons, negaranya akan mencapai terobosan baru dalam pengembangan nuklir.

Zarif melanjutkan dengan mengatakan bahwa tindakan sabotase di pembangkit listrik tenaga nuklir Natanz tidak akan melemahkan posisi Teheran dalam negosiasi.

"Pihak-pihak yang bernegosiasi [di Wina] harus tahu bahwa reaktor Natanz selanjutnya akan dilengkapi dengan sentrifugal canggih dengan kemampuan pengayaan [uranium] yang tinggi," imbuh Zarif.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh kemudian mengatakan bahwa serangan terhadap situs Natanz ditujukan untuk mempengaruhi negosiasi JCPOA, nama resmi untuk kesepakatan nuklir Iran 2015.

Menurut Khatibzadeh, sentrifugal pengayaan uranium IR-1 rusak dalam insiden tersebut.

"Jika serangan Natanz ditujukan untuk memperlambat produksi nuklir kami, itu gagal," katanya. "Israel akan menghadapi respons pada waktu dan tempat yang tepat."

Pada pagi hari tanggal 11 April, ledakan terjadi di pabrik pengayaan uranium di Natanz, di provinsi Isfahan di Iran tengah.

New York Times (NYT) melaporkan ledakan di situs nuklir itu adalah hasil operasi rahasia Israel .

Pejabat di Iran awalnya mengeklaim tak ada kerusakan dalam insiden di situs Natanz. Namun, tak lama kemudian, pejabat negara itu mengklasifikasikan kecelakaan itu sebagai "tindakan terorisme nuklir."

"Insiden di pembangkit nuklir Natanz di Iran disebabkan oleh ledakan yang direncanakan dengan sengaja," tulis NYT dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di internal intelijen AS dan Israel.

Laporan itu menyatakan insiden di Natanz sebelumnya dicurigai oleh beberapa orang sebagai serangan siber. Menurut laporan tersebut, area fasilitas nuklir Natanz diguncang ledakan kuat yang menghancurkan sistem energi internal yang dijaga ketat. Sistem energi itulah yang memberi makan sentrifugal bawah tanah yang memperkaya uranium.

Mengutip sumber intelijen AS dan Israel, surat kabar yang berbasis di New York tersebut menyatakan bahwa insiden di Natanz adalah "operasi rahasia Israel".

Ledakan tersebut dilaporkan merupakan pukulan yang menghancurkan kemampuan Iran untuk memperkaya uranium dan bisa memakan waktu setidaknya 9 bulan untuk melanjutkan pekerjaan di fasilitas tersebut.

NYT juga mencatat bahwa tidak jelas apakah pemerintahan Joe Biden mengetahui operasi rahasia Israel tersebut.

Pada saat yang sama, The Washington Post mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Washington telah melihat laporan dari sebuah insiden itu. "Tetapi AS tidak terlibat, dan kami tidak memiliki apa-apa untuk ditambahkan," kata pejabat tersebut.

Baca juga: Ledakan di Fasilitas Nuklir Natanz Iran Adalah Operasi Rahasia Israel

Sebelumnya, penyiar Kan Radio di Israel mengutip sumber intelijen setempat secara anonim melaporkan bahwa Mossad—badan intelijen Israel untuk operasi di luar negeri—telah menghantam situs Natanz dengan serangan siber.

Pada Minggu pagi, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi melaporkan kecelakaan di situs nuklir Natanz. Dia mengatakan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa atau pencemaran lingkungan.

Kepala AEOI Ali Akbar Salehi kemudian mendefinisikan insiden itu sebagai "tindakan teroris nuklir", dan mengatakan bahwa Teheran berhak untuk menanggapi mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved