Pemilu Palestina Berpotensi Ciptakan 'Perpecahan' di Dalam Negeri
Senin, 12 April 2021 - 05:00 WIB
Baca: Ketua Partai Zionis Relijius Siap Usir Muslim dan Arab dari Israel
Menjelaskan banyaknya pencalonan, Sweilem mengutip Partai Fatah pimpinan Abbas, yang mengajukan tiga daftar kandidat, yakni satu resmi, sementara dua lainnya dipimpin oleh mantan pemimpin Fatah yang dipecat oleh Abbas dari komite pusat partai.
"Perpecahan ini pasti akan melemahkan daftar resmi partai Fatah yang berkuasa di dewan legislatif yang baru dan mungkin membuka jalan bagi Hamas untuk memerintah Otoritas Palestina," ujarnya.
Sementara banyak kandidat menjunjung tinggi pluralisme politik, banyak kandidat lainnya mungkin bereaksi negatif, sehingga mengarah pada potensi penyebaran suara.
Baca: Rezim Zionis: ICC Tak Berwenang Selidiki Israel soal Kejahatan Perang
"Terutama ketika calon yang kurang berpengaruh secara mengejutkan memperoleh suara lebih banyak dari yang diharapkan," ucap Mkhaimar Abusada, seorang profesor ilmu politik di Universitas al-Azhar di Gaza.
"Sebagian besar daftar pemilih adalah independen dan tidak berafiliasi dengan faksi politik mana pun, sehingga potensi penyebaran suara akan melemahkan peluang mereka untuk memberikan dampak nyata, dan pada akhirnya kekuasaan Dewan Legislatif terpilih, karena kemungkinannya sangat besar bahwa tidak ada partai yang mendapatkan suara mayoritas yang diperlukan," jelasnya.
Menjelaskan banyaknya pencalonan, Sweilem mengutip Partai Fatah pimpinan Abbas, yang mengajukan tiga daftar kandidat, yakni satu resmi, sementara dua lainnya dipimpin oleh mantan pemimpin Fatah yang dipecat oleh Abbas dari komite pusat partai.
"Perpecahan ini pasti akan melemahkan daftar resmi partai Fatah yang berkuasa di dewan legislatif yang baru dan mungkin membuka jalan bagi Hamas untuk memerintah Otoritas Palestina," ujarnya.
Sementara banyak kandidat menjunjung tinggi pluralisme politik, banyak kandidat lainnya mungkin bereaksi negatif, sehingga mengarah pada potensi penyebaran suara.
Baca: Rezim Zionis: ICC Tak Berwenang Selidiki Israel soal Kejahatan Perang
"Terutama ketika calon yang kurang berpengaruh secara mengejutkan memperoleh suara lebih banyak dari yang diharapkan," ucap Mkhaimar Abusada, seorang profesor ilmu politik di Universitas al-Azhar di Gaza.
"Sebagian besar daftar pemilih adalah independen dan tidak berafiliasi dengan faksi politik mana pun, sehingga potensi penyebaran suara akan melemahkan peluang mereka untuk memberikan dampak nyata, dan pada akhirnya kekuasaan Dewan Legislatif terpilih, karena kemungkinannya sangat besar bahwa tidak ada partai yang mendapatkan suara mayoritas yang diperlukan," jelasnya.
Lihat Juga :