AS Kembali Sebut China Lakukan Genosida Terhadap Muslim Uighur
Rabu, 31 Maret 2021 - 11:59 WIB
Pada konferensi pers di Washington, DC, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan temuan untuk tahun 2020 menunjukkan bahwa di setiap wilayah di dunia, hak asasi manusia "terus bergerak ke arah yang salah".
Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
"Kami akan menggunakan semua alat diplomasi kami untuk membela hak asasi manusia dan meminta pertanggungjawaban pelaku pelecehan," kata diplomat tertinggi AS itu, menunjuk pada perjalanan dan sanksi keuangan di bawah Undang-Undang Magnitsky Global AS, di antara mekanisme lainnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (31/3/2021).
China telah menolak tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang, menuduh negara-negara lain dan kelompok hak asasi manusia melancarkan "serangan fitnah" tentang kondisi Muslim Uighur dan minoritas lainnya di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi, berbicara di depan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa bulan lalu, mengatakan fakta dasar menunjukkan bahwa tidak pernah ada yang disebut genosida, kerja paksa atau penindasan agama di Xinjiang.
Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
"Kami akan menggunakan semua alat diplomasi kami untuk membela hak asasi manusia dan meminta pertanggungjawaban pelaku pelecehan," kata diplomat tertinggi AS itu, menunjuk pada perjalanan dan sanksi keuangan di bawah Undang-Undang Magnitsky Global AS, di antara mekanisme lainnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (31/3/2021).
China telah menolak tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang, menuduh negara-negara lain dan kelompok hak asasi manusia melancarkan "serangan fitnah" tentang kondisi Muslim Uighur dan minoritas lainnya di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi, berbicara di depan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa bulan lalu, mengatakan fakta dasar menunjukkan bahwa tidak pernah ada yang disebut genosida, kerja paksa atau penindasan agama di Xinjiang.
Lihat Juga :