Waspada Kekerasan Rasial di AS, Para WNI Diminta Saling Melindungi
Senin, 29 Maret 2021 - 11:05 WIB
“Ayo berani, dan saling melindungi. Apabila menjadi korban kekerasan, minta bantuan warga di sekitar tempat kejadian, dan segera telepon 911. Laporkan juga kepada Perwakilan RI terdekat agar dapat kami bantu secepatnya dan berikan pendampingan,” kata perwira tinggi Polri tersebut, yang sebelumnya pernah bertugas sebagai Atase Kepolisian di KBRI Den Haag, Belanda.
Menambahkan paparan Brigjen Ary, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler (Protkons) KBRI Washington DC; Gustaav Ferdinandus, menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah menyampaikan permintaan perhatian khusus dan serius dari Pemerintah AS untuk menjamin keselamatan dan keamanan WNI dan masyarakat Indonesia di AS.
“KBRI juga telah menyiapkan pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menyikapi perkembangan situasi keamanan terkini di AS. Selain itu, Perwakilan RI di AS baik KBRI maupun KJRI memiliki hotline yang dapat dihubungi oleh masyarakat Indonesia setiap saat, 7 hari 24 jam,” imbuh Gustaav.
Pada saat menyampaikan sambutan pembukaan, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) Yudho Sasongko menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud konkret perlindungan WNI dan masyarakat Indonesia di luar negeri sebagai salah satu prioritas politik luar negeri RI saat ini.
Acara ini mendapat respons sangat positif dari para peserta, yang mengapresiasi upaya KBRI dan KJRI se-AS menjangkau masyarakat secara langsung untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya situasi keamanan di AS akhir-akhir ini.
“Terima kasih Pak Ary atas pemaparannya, dan panitia KBRI dan KJRI dalam melakukan diskusi yang sangat penting dan krusial kepada kami semua. Salam sehat dan aman senantiasa!” tulis Esther Sianipar dari Minnesota.
Menambahkan paparan Brigjen Ary, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler (Protkons) KBRI Washington DC; Gustaav Ferdinandus, menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah menyampaikan permintaan perhatian khusus dan serius dari Pemerintah AS untuk menjamin keselamatan dan keamanan WNI dan masyarakat Indonesia di AS.
“KBRI juga telah menyiapkan pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menyikapi perkembangan situasi keamanan terkini di AS. Selain itu, Perwakilan RI di AS baik KBRI maupun KJRI memiliki hotline yang dapat dihubungi oleh masyarakat Indonesia setiap saat, 7 hari 24 jam,” imbuh Gustaav.
Pada saat menyampaikan sambutan pembukaan, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) Yudho Sasongko menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud konkret perlindungan WNI dan masyarakat Indonesia di luar negeri sebagai salah satu prioritas politik luar negeri RI saat ini.
Acara ini mendapat respons sangat positif dari para peserta, yang mengapresiasi upaya KBRI dan KJRI se-AS menjangkau masyarakat secara langsung untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya situasi keamanan di AS akhir-akhir ini.
“Terima kasih Pak Ary atas pemaparannya, dan panitia KBRI dan KJRI dalam melakukan diskusi yang sangat penting dan krusial kepada kami semua. Salam sehat dan aman senantiasa!” tulis Esther Sianipar dari Minnesota.
Lihat Juga :