Perlu Beberapa Pekan untuk Pindahkan Kapal yang Blokir Terusan Suez
Jum'at, 26 Maret 2021 - 03:03 WIB
"Ini seperti paus besar yang terdampar di pantai. Ini beban yang sangat besar di atas pasir. Kita mungkin harus bekerja dengan kombinasi mengurangi berat dengan memindahkan kontainer, minyak dan air dari kapal kontainer, kapal tunda dan pengerukan pasir," ungkap dia.
Kira-kira 30% volume pengiriman peti kemas dunia melewati Terusan Suez sepanjang 193 kilometer setiap hari, dan sekitar 12% dari total perdagangan global semua barang.
Pakar perkapalan mengatakan jika penyumbatan tidak mungkin diselesaikan dalam beberapa hari mendatang, beberapa perusahaan pelayaran mungkin akan memindah rute kapal ke sekitar ujung selatan Afrika, yang akan menambah sekitar satu pekan perjalanan.
Konsultan Wood Mackenzie mengatakan dampak terbesar terjadi pada pengiriman peti kemas, tetapi ada juga total 16 kapal tanker minyak mentah dan kapal produk minyak yang berlayar melalui kanal itu dan sekarang tertunda akibat insiden tersebut.
“Muatan sejumlah kapal tanker berjumlah 870.000 ton minyak mentah dan 670.000 ton produk minyak bersih seperti bensin, nafta dan solar,” papar konsultan itu.
Menurut perusahaan analitik minyak Vortexa, Rusia dan Arab Saudi adalah dua pengekspor minyak terbesar melalui kanal tersebut, sedangkan India dan China adalah importir utama.
Pemilik kapal kontainer asal Jepang, Shoei Kisen, meminta maaf atas insiden itu dan mengatakan pekerjaan untuk membebaskan kapal, yang sedang menuju ke Eropa dari China, "sangat sulit" dan tidak jelas kapan kapal itu akan mengapung lagi.
Sinyal GPS kapal hanya menunjukkan perubahan kecil pada posisinya selama 24 jam terakhir.
Kira-kira 30% volume pengiriman peti kemas dunia melewati Terusan Suez sepanjang 193 kilometer setiap hari, dan sekitar 12% dari total perdagangan global semua barang.
Pakar perkapalan mengatakan jika penyumbatan tidak mungkin diselesaikan dalam beberapa hari mendatang, beberapa perusahaan pelayaran mungkin akan memindah rute kapal ke sekitar ujung selatan Afrika, yang akan menambah sekitar satu pekan perjalanan.
Konsultan Wood Mackenzie mengatakan dampak terbesar terjadi pada pengiriman peti kemas, tetapi ada juga total 16 kapal tanker minyak mentah dan kapal produk minyak yang berlayar melalui kanal itu dan sekarang tertunda akibat insiden tersebut.
“Muatan sejumlah kapal tanker berjumlah 870.000 ton minyak mentah dan 670.000 ton produk minyak bersih seperti bensin, nafta dan solar,” papar konsultan itu.
Menurut perusahaan analitik minyak Vortexa, Rusia dan Arab Saudi adalah dua pengekspor minyak terbesar melalui kanal tersebut, sedangkan India dan China adalah importir utama.
Pemilik kapal kontainer asal Jepang, Shoei Kisen, meminta maaf atas insiden itu dan mengatakan pekerjaan untuk membebaskan kapal, yang sedang menuju ke Eropa dari China, "sangat sulit" dan tidak jelas kapan kapal itu akan mengapung lagi.
Sinyal GPS kapal hanya menunjukkan perubahan kecil pada posisinya selama 24 jam terakhir.
(sya)
Lihat Juga :