China Pilih Jaga Kesepakatan Nuklir Iran, Bela Hubungan Bilateral

Jum'at, 26 Maret 2021 - 01:01 WIB
Minyak dari Iran itu ditandai sebagai pasokan dari Oman, Uni Emirat Arab (UEA), dan Malaysia, bahkan ketika data bea cukai China menunjukkan tidak ada minyak Iran yang diimpor ke China dalam dua bulan pertama pada tahun ini.

Lihat infografis: Topeng Emas Berusia 3.000 Tahun Ditemukan di China

Peningkatan pasokan minyak Iran sebagian berkontribusi pada penurunan harga minyak mentah Brent dari USD70 per barel pada pertengahan Maret.

Presiden AS Joe Biden berusaha menghidupkan kembali pembicaraan dengan Iran tentang kesepakatan nuklir yang ditinggalkan mantan Presiden Donald Trump pada 2018.

Meski demikian, langkah-langkah ekonomi yang keras tetap berlaku pada Iran. Teheran bersikeras sanksi itu dicabut sebelum negosiasi nuklir dapat dilanjutkan.

Amerika Serikat dan kekuatan Barat lainnya yang menandatangani kesepakatan nuklir 2015 tampaknya berselisih dengan Teheran mengenai pihak mana yang harus kembali ke kesepakatan terlebih dahulu.

Situasi ini membuat tidak mungkin sanksi AS pada Iran dapat dengan cepat dihapus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!