Intelijen Barat Curiga Iran Sembunyikan Alat untuk Membuat Bom Nuklir

Selasa, 23 Maret 2021 - 14:17 WIB
Teheran mulai melanggar komitmennya pada kesepakatan tersebut setelah mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan kesepakatan itu dan menerapkan kembali sanksi AS terhadap Iran pada 2018.

Sejak AS meninggalkan kesepakatan nuklir, Iran telah keluar dari batasan pakta pada persediaan uraniumnya dan telah mulai memperkaya uranium hingga 20%, satu langkah teknis yang lebih maju namun masih jauh dari level senjata.

Iran selama ini dituduh menyembunyikan aktivitas nuklirnya dari komunitas internasional. Tuduhan itu salah satunya dilontarkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Parlemen Iran yang didominasi kubu konservatif pada bulan lalu memerintahkan pemerintah untuk mulai membatasi beberapa inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Setelah itu, kepala IAEA, Rafael Grossi, membuat kesepakatan teknis sementara dengan Teheran.

Rezim Teheran mengonfirmasi bahwa Iran akan terus mengizinkan akses untuk pengawas PBB ke situs nuklirnya, tetapi selama tiga bulan akan melarang inspeksi situs non-nuklir lainnya.

Menurut sebuah laporan bulan lalu, inspektur IAEA pada musim panas lalu menemukan partikel uranium di dua situs nuklir Iran yang coba diblokir oleh rezim Teheran.

Baca juga: Iran: Ironis, Israel Bangun Fasilitas Senjata Nuklir tapi Diperlakukan Istimewa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!