Arab Saudi dan Kuwait Kutuk Pelanggaran Israel di Dewan HAM PBB

Sabtu, 20 Maret 2021 - 18:02 WIB
Baca juga: Palestina Tolak Rencana Israel Bangun Kebun di Atap Pasar Yerusalem

Al-Wasil menekankan pentingnya perjuangan Palestina dan membela hak-hak sah rakyat Palestina dan mengikuti prakarsa perdamaian Arab yang diusulkan Saudi dan diadopsi negara-negara Arab pada 2002, yang menegaskan hak Palestina atas satu negara merdeka sesuai perbatasan 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya, kembalinya para pengungsi, dan penarikan pendudukan Israel dari Dataran Tinggi Golan Arab Suriah.

Lihat infografis: Pertemuan Amerika Serikat-China di Alaska Berlangsung Panas

Dia menekankan kerajaan terus mendukung perjuangan Palestina, di semua tingkat politik dan ekonomi. "Dukungan penuh bagi segala kemungkinan untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di Palestina yang diduduki," tegas dia.

Sementara itu, Kuwait meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengaktifkan mekanisme hukum untuk memastikan Israel bertanggung jawab atas pelanggaran berkelanjutan terhadap hak-hak rakyat Palestina, dan mencegah Israel dari kekebalan hukum.

Perwakilan permanen Kuwait untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Jamal Al-Ghunaim, mengatakan, "Negara Kuwait mengutuk semua pelanggaran mencolok hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional yang dilakukan Israel, penguasa pendudukan, terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya, dan seruan pada komunitas internasional memikul tanggung jawabnya untuk memastikan prinsip dan ketentuan hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional dihormati, yang harus diterapkan di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!