Bahas Masalah Timur Tengah, Menlu Rusia Duduk Satu Meja dengan Hizbullah
Selasa, 16 Maret 2021 - 18:12 WIB
Pemerintah Suriah, Rusia dan Hizbullah menyebut beberapa kelompok pemberontak di Suriah sebagai teroris.
Raad mengatakan bahwa pemerintahan baru harus segera dibentuk di Lebanon karena ini akan menjadi kunci stabilitas dan untuk mulai menyelesaikan krisis seperti dikutip dari Al Araby, Selasa (16/3/2021).
Rusia dan Hizbullah yang didukung Iran bergabung dalam pertempuran konflik Suriah bersama pasukan Presiden Bashar Assad dan membantu memberi keseimbangan kekuatan yang menguntungkannya.
Baca juga: Digertak Israel dengan Latihan Perang, Ini Reaksi Bos Hizbullah
Rusia baru-baru ini lebih aktif dalam menangani Lebanon, dan Lavrov pekan lalu selama kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA) bertemu dengan perdana menteri Lebanon yang ditunjuk, Saad Hariri.
Krisis ekonomi dan keuangan terburuk Lebanon dimulai pada akhir 2019 dan diperparah oleh pandemi serta ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada Agustus lalu yang menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya.
Pemerintahan Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri enam hari setelah ledakan pada 4 Agustus lalu yang melibatkan hampir 3.000 ton amonium nitrat, bahan yang sangat mudah meledak yang digunakan dalam pupuk yang menewaskan 211, melukai lebih dari 6.000 orang dan merusak seluruh lingkungan.
Raad mengatakan bahwa pemerintahan baru harus segera dibentuk di Lebanon karena ini akan menjadi kunci stabilitas dan untuk mulai menyelesaikan krisis seperti dikutip dari Al Araby, Selasa (16/3/2021).
Rusia dan Hizbullah yang didukung Iran bergabung dalam pertempuran konflik Suriah bersama pasukan Presiden Bashar Assad dan membantu memberi keseimbangan kekuatan yang menguntungkannya.
Baca juga: Digertak Israel dengan Latihan Perang, Ini Reaksi Bos Hizbullah
Rusia baru-baru ini lebih aktif dalam menangani Lebanon, dan Lavrov pekan lalu selama kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA) bertemu dengan perdana menteri Lebanon yang ditunjuk, Saad Hariri.
Krisis ekonomi dan keuangan terburuk Lebanon dimulai pada akhir 2019 dan diperparah oleh pandemi serta ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada Agustus lalu yang menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya.
Pemerintahan Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri enam hari setelah ledakan pada 4 Agustus lalu yang melibatkan hampir 3.000 ton amonium nitrat, bahan yang sangat mudah meledak yang digunakan dalam pupuk yang menewaskan 211, melukai lebih dari 6.000 orang dan merusak seluruh lingkungan.
Lihat Juga :