Pompeo: Banyak Orang Arab Saudi Ingin Berdamai dengan Israel
Senin, 01 Maret 2021 - 11:08 WIB
"Memprediksi masa depan telah membuktikan perjuangan bagi saya," kata Pompeo dalam sambutannya yang dibagikan kepada AFP. Dia menambahkan bahwa dia berpikir lebih banyak lagi negara yang akan mencari hubungan dengan Israel.
“Saya berharap Kerajaan Arab Saudi dapat menemukan jalannya untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham. Saya tahu banyak orang di negara itu menginginkan hal itu terjadi,” katanya.
Sumber di Yerusalem mengatakan Pompeo dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada November di kota Laut Merah; Neom.
Pertemuan itu, yang dibantah oleh Riyadh, memicu spekulasi hingar-bingar di Israel bahwa kesepakatan normalisasi mungkin sudah dekat.
Secara publik, Kerajaan Arab Saudi telah menegaskan kebijakannya yang telah berusia puluhan tahun untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel sampai kesepakatan tercapai untuk menyelesaikan konflik Palestina.
Pemerintahan Trump mendekati Riyadh ketika berusaha mengisolasi musuh bersama mereka; Iran, dan menahan kritik keras atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di kerajaan, termasuk atas pembunuhan jurnalis dan kritikus kerajaan; Jamal Khashoggi, yang mengerikan pada 2018.
“Saya berharap Kerajaan Arab Saudi dapat menemukan jalannya untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham. Saya tahu banyak orang di negara itu menginginkan hal itu terjadi,” katanya.
Sumber di Yerusalem mengatakan Pompeo dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada November di kota Laut Merah; Neom.
Pertemuan itu, yang dibantah oleh Riyadh, memicu spekulasi hingar-bingar di Israel bahwa kesepakatan normalisasi mungkin sudah dekat.
Secara publik, Kerajaan Arab Saudi telah menegaskan kebijakannya yang telah berusia puluhan tahun untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel sampai kesepakatan tercapai untuk menyelesaikan konflik Palestina.
Pemerintahan Trump mendekati Riyadh ketika berusaha mengisolasi musuh bersama mereka; Iran, dan menahan kritik keras atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di kerajaan, termasuk atas pembunuhan jurnalis dan kritikus kerajaan; Jamal Khashoggi, yang mengerikan pada 2018.
Lihat Juga :