Peneliti AS Teliti Virus Raksasa, Bisa Hidup di Suhu Rendah

Senin, 18 Mei 2020 - 05:00 WIB
“Virus raksasa itu berukuran besar dan rumit. Virus raksasa yang baru-baru ini ditemukan di Siberia dan mempertahankan kemampuan untuk menginfeksi setelah 30.000 tahun di lapisan es," ucap profesor Biokimia dan Biologi Molekuler tersebut.

Chantal Abergel, seorang peneliti yang turut menulis makalah mengenai virus itu, mengatakan pada 2015, sebuah virus raksasa, berukuran 600 nanometer, ditemukan di dalam lapisan es di provinsi Siberia, Rusia. Ditentukan bahwa virus itu tidak menular ke manusia, tetapi bisa menginfeksi amuba.

Menurut laporan MSU, komposisi virus raksasa memungkinkan mereka untuk bertahan di lingkungan yang keras. Laporan itu juga menyatakan, kulit luar dari virus raksasa melindungi genom virus di dalamnya.

Menggunakan spesimen nyata dari virus raksasa, tim ilmuwan MSU meniru tahap infeksi. Tim menggunakan mikroskop Cryo-Electron Microscopy, teknik yang digunakan pada sampel yang didinginkan hingga suhu kriogenik, yaitu antara -150 derajat Celcius hingga -273 derajat Celcius.

(Baca: Obama Kritik Keras Penanggulangan Covid-19 di AS )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!