Termakan Teori Konspirasi, Seorang Apoteker di AS Rusak Ratusan Dosis Vaksin Covid-19
Rabu, 27 Januari 2021 - 16:06 WIB
Apoteker yang bertugas di Wisconsin tersebut percaya pada berbagai teori konspirasi dan skeptis terhadap vaksin secara umum, dan khususnya vaksin oleh Moderna. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Seorang apoteker di Wisconsin, Amerika Serikat (AS) telah setuju untuk mengaku bersalah karena sengaja mencoba merusak ratusan dosis vaksin Covid-19 buatan Moderna. Perusakan itu adalah upaya untuk membuat vaksin tersebuttidak efektif.
"Steven Brandenburg, didakwa dengan dua tuduhan mencoba merusak produk konsumen dan dengan sembrono mengabaikan risiko bahwa orang lain akan ditempatkan dalam bahaya kematian atau cedera tubuh," kata Departemen Kehakiman AS.
"Dia percaya pada berbagai "teori konspirasi" dan skeptis terhadap vaksin secara umum, dan khususnya vaksin oleh Moderna," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (27/1/2021).Baca juga: Kasus COVID-19 Global Tembus 100 Juta, Dunia Kekurangan Vaksin
Menurut Departemen Kehakiman AS, Brandenburg telah menandatangani perjanjian pembelaan untuk mengaku bersalah atas tuduhan itu, yang masing-masing membawa hukuman maksimal 10 tahun penjara.
"Steven Brandenburg, didakwa dengan dua tuduhan mencoba merusak produk konsumen dan dengan sembrono mengabaikan risiko bahwa orang lain akan ditempatkan dalam bahaya kematian atau cedera tubuh," kata Departemen Kehakiman AS.
"Dia percaya pada berbagai "teori konspirasi" dan skeptis terhadap vaksin secara umum, dan khususnya vaksin oleh Moderna," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (27/1/2021).Baca juga: Kasus COVID-19 Global Tembus 100 Juta, Dunia Kekurangan Vaksin
Menurut Departemen Kehakiman AS, Brandenburg telah menandatangani perjanjian pembelaan untuk mengaku bersalah atas tuduhan itu, yang masing-masing membawa hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Lihat Juga :