Iran Desak Biden Segera Kembalikan AS ke JCPOA

Minggu, 24 Januari 2021 - 01:58 WIB
“Tapi masyarakat di wilayah ini, bukan orang luar, yang harus menyelesaikan masalah ini. Baik Amerika Serikat maupun sekutunya di Eropa tidak memiliki hak prerogatif untuk memimpin atau mensponsori pembicaraan di masa depan,” tulisnya.

AS memutuskan untuk keluar dari kesepakatan nuklir 2015, yang nama resminya adalah Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), pada 2018 dibawah kepresiden Donald Trump. Setelahnya, pemerintah AS menjalankan kebijakan tekanan maksimum kepada Iran dengan menjatuhkan sejumlah sanksi untuk memaksa Teheran melakukan pembicaraan tentang perjanjian yang lebih luas yang juga membahas program rudal balistik dan dukungan untuk proksi di sekitar Timur Tengah.

Baca juga: Kissinger: AS Kembali ke JCPOA Iran Picu Lomba Senjata Nuklir Timur Tengah

Baca juga: Iran Buka Pintu Kerja Sama Bidang Minyak dan Keamanan dengan AS

Sejak Trump membatalkan kesepakatan pada 2018, Iran telah melanggar batas utama perjanjian tersebut satu demi satu, membangun persediaan uranium yang diperkaya rendah, memurnikan uranium ke tingkat kemurnian yang lebih tinggi, dan menggunakan sentrifugal canggih untuk pengayaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!