Akun Twitter Digembok, China Mengaku Jadi Korban Misinformasi

Jum'at, 22 Januari 2021 - 03:43 WIB
Tweet tersebut sekarang "tidak lagi tersedia" di platform media sosial itu.

Sementara itu, akun Kedutaan Besar China akan tetap terkunci hingga Tweet dihapus, menurut Twitter. Dalam kasus serupa - termasuk yang melibatkan akun mantan Presiden Donald Trump - Twitter meminta pengguna untuk menghapus postingan yang dipermasalahkan secara manual agar bisa membuat postingan.

Baca juga: Dituding Lakukan Genosida Terhadap Uighur, China Sebut Pompeo Keterlaluan

Kedutaan China, pada bagiannya, belum men-tweet sejak 9 Januari.

Tidak jelas apakah Kedutaan China bermaksud menghapus postingan tersebut untuk memulihkan akunnya. Delegasi di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Twitter adalah salah satu dari beberapa platform media sosial yang berbasis di AS yang diblokir di China, bersama dengan Facebook dan Instagram. Meskipun demikian, diplomat dan agensi China semakin banyak menggunakan Twitter untuk mempromosikan kepentingan Beijing di seluruh dunia.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!