Studi Ungkap Puluhan Juta Orang Terlantar Akibat Perang Kontra Teror AS

Senin, 11 Januari 2021 - 02:45 WIB
Di Pakistan, perang AS di dekat perbatasan Afghanistan telah membuat sekitar 3,7 juta orang mengungsi, termasuk 360.000 pengungsi di luar negeri dan 1,56 juta dari daerah perbatasan. Di Libya, di mana AS mendukung penggulingan pemimpin lama Muammar Gaddafi pada 2011, setidaknya 1,2 juta orang telah terlantar. Pada awal tahun 2020, laporan itu mencatat, 451 ribu orang tetap terlantar secara internal dan perang saudara terus berkecamuk.

(Baca: Trump Disebut Punya Rencana Memprovokasi Iran untuk Perang dengan AS )

Irak memiliki jumlah total terbesar, dengan 9,2 juta orang mengungsi akibat beberapa perang. Pada Maret 2003, AS melancarkan invasi besar-besaran ke Irak untuk menggulingkan Saddam Hussein, dan perang kontra-pemberontakan yang brutal yang meletus setelah itu telah membuat sekitar 4,7 juta orang mengungsi pada tahun 2007.

Di Suriah, AS terlibat di beberapa tingkat berbeda selama bertahun-tahun. Laporan itu sangat terpotong dalam analisisnya, hanya melihat lima provinsi tempat pasukan AS bertempur di darat - Aleppo, al-Hasakah, al-Raqqa, Deir ez-Zor dan Homs - dan hanya sejak 2017.

Dengan kriteria tersebut, 7,1 juta orang telah mengungsi, termasuk 470 ribu orang di dalam negeri. Namun, 220 ribu di antaranya baru terjadi sejak Oktober 2019, ketika invasi Turki ke Suriah timur mendorong 220 ribu orang Kurdi dari rumah mereka, termasuk 17.900 orang yang melintasi perbatasan ke Irak untuk keselamatan.

(Baca: Covid-19 dan Perang Membuat 270 Juta Warga Dunia Terancam Kelaparan )

Namun, laporan tersebut mencatat bahwa jika metrik yang berbeda digunakan, salah satunya termasuk semua Suriah yang dimulai pada 2013, ketika AS mulai mempersenjatai milisi pemberontak Suriah, jumlah pengungsi meningkat secara besar-besaran menjadi antara 44 hingga 51 juta orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!