Takut Diserang Houthi Yaman, Israel Kerahkan Sistem Rudal Iron Dome
Sabtu, 09 Januari 2021 - 10:33 WIB
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel. Foto/REUTERS
TEL AVIV - Israel telah mengerahkan baterai sistem pertahanan rudal Iron Dome dan Patriot di sekitar kota selatan Eilat karena takut akan serangan oleh pasukan Houthi dari Yaman.
Menurut laporan media Israel, Kan, yang dikutip Middle East Monitor, Sabtu (9/1/2021), militer Zionis telah mempersiapkan diri dari kemungkinan serangan pasukan Houthi dan kelompok milisi Irak yang didukung Iran. (Baca: Berbahaya, Jenderal Tertinggi AS Didesak Blokir Trump dari Kode Nuklir )
Ketakutan ini meningkat pada peringatan setahun pembunuhan jenderal Iran; Qasem Soleimani, oleh Amerika Serikat (AS) dan pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh pada akhir November 2020. Teheran menyalahkan Israel untuk pembunuhan Fakhrizadeh dan telah bersumpah akan membalas dendam.
Juru bicara militer Israel Hidai Zilberman mengatakan kepada media Arab Saudi bulan lalu bahwa militer negara Yahudi itu memiliki intelijen yang menunjukkan bahwa Iran sedang mengembangkan pesawat tak berawak dan "senjata pintar" di Irak dan Yaman dengan kemampuan menyerang Israel.
Menurut laporan media Israel, Kan, yang dikutip Middle East Monitor, Sabtu (9/1/2021), militer Zionis telah mempersiapkan diri dari kemungkinan serangan pasukan Houthi dan kelompok milisi Irak yang didukung Iran. (Baca: Berbahaya, Jenderal Tertinggi AS Didesak Blokir Trump dari Kode Nuklir )
Ketakutan ini meningkat pada peringatan setahun pembunuhan jenderal Iran; Qasem Soleimani, oleh Amerika Serikat (AS) dan pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh pada akhir November 2020. Teheran menyalahkan Israel untuk pembunuhan Fakhrizadeh dan telah bersumpah akan membalas dendam.
Juru bicara militer Israel Hidai Zilberman mengatakan kepada media Arab Saudi bulan lalu bahwa militer negara Yahudi itu memiliki intelijen yang menunjukkan bahwa Iran sedang mengembangkan pesawat tak berawak dan "senjata pintar" di Irak dan Yaman dengan kemampuan menyerang Israel.
Lihat Juga :