Trump Lagi-lagi Tak Akui Hasil Pilpres AS: 'Kami Tidak Akan Pernah Menyerah'

Kamis, 07 Januari 2021 - 01:37 WIB
Trump fokus pada statistik pemungutan suara, yang melihat dirinya menerima lebih banyak suara daripada petahana sebelumnya tetapi masih dikalahkan oleh rivalnya dari Partai Demokrat Joe Biden.

Presiden kemudian mengecam Partai Republik yang dia anggap lemah karen menolak untuk mendukung perang terhadap kecurangan pemilu bahkan setelah dia membantu beberapa dari anggota partai tersebut terpilih sebagai anggota parlemen.

Namun, dia memiliki kata-kata yang lebih keras untuk Partai Demokrat, dengan mencatat bahwa jika Biden yang dicurangi oleh kandidat presiden Partai Republik, massa akan menghancurkan bisnis kecil, seperti yang terjadi selama protes Black Lives Matter musim panas. (Baca juga: Seorang Dokter Menjadi Lumpuh setelah Disuntik Vaksin COVID-19 Pfizer )

Trump mengecam penghitungan suara yang dia sebut sangat korup dalam sejarah AS. Dia menyamakan lonjakan tiba-tiba dalam perolehan suara Biden pada malam penghitungan suara dengan "ledakan banteng", lalu mengejek para kandidat yang gagal termasuk Mitt Romney dan Hillary Clinton.

Pada satu titik, Trump memberi isyarat bahwa Wakil Presiden Mike Pence wajib menantang hasil Electoral College yang dimenangkan Biden.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!