Menlu Retno Kembali Tegaskan RI Tidak Berniat Normalisasi Hubungan dengan Israel
Rabu, 06 Januari 2021 - 15:25 WIB
"Selama pembicaraan telepon, menekankan bahwa kami tidak memiliki niat untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Kami akan terus mendukung kemerdekaan Palestina berdasarkan dua solusi negara dan Resolusi DK PBB dan parameter yang disepakati secara internasional," ujarnya.
Retno juga berharap situasi kondusif akan tercipta mulai 2021 dan mengatakan diperlukan komitmen semua pihak agar dialog konstruktif, bahkan perundingan langsung dapat terjadi dengan terus memperhatikan hukum internasional, Resolusi DK PBB terkait dan parameter internasional yang telah disepakati.
Dikesempatan yang sama, Retno juga menyinggung mengenai isu Afghanistan. Di mana, Retno mengatakan Indonesia terus terlibat aktif dalam mendorong perundingan damai Afghanistan. Indonesia, jelasnya, hadir dalam Kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban di Doha, 29 Februari 2020. ( Baca juga: 1,8 Juta Vaksin Sinovac Tiba, Menlu: Akan Ada 15 Juta Dosis Lagi )
"Saya temui Presiden Ashraf Ghani di Kabul pada 1 Februari 2020 dan resmikan Afghanistan Indonesia Women Solidarity Network. Indonesia hadir saat dimulainya Afghanistan Peace Process, serta dengan Quint (Qatar, Norwegia, Jerman, Uzbekistan dan Indonesia) terus dukung jalannya perundingan damai di Doha," imbuhnya.
Retno juga berharap situasi kondusif akan tercipta mulai 2021 dan mengatakan diperlukan komitmen semua pihak agar dialog konstruktif, bahkan perundingan langsung dapat terjadi dengan terus memperhatikan hukum internasional, Resolusi DK PBB terkait dan parameter internasional yang telah disepakati.
Dikesempatan yang sama, Retno juga menyinggung mengenai isu Afghanistan. Di mana, Retno mengatakan Indonesia terus terlibat aktif dalam mendorong perundingan damai Afghanistan. Indonesia, jelasnya, hadir dalam Kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban di Doha, 29 Februari 2020. ( Baca juga: 1,8 Juta Vaksin Sinovac Tiba, Menlu: Akan Ada 15 Juta Dosis Lagi )
"Saya temui Presiden Ashraf Ghani di Kabul pada 1 Februari 2020 dan resmikan Afghanistan Indonesia Women Solidarity Network. Indonesia hadir saat dimulainya Afghanistan Peace Process, serta dengan Quint (Qatar, Norwegia, Jerman, Uzbekistan dan Indonesia) terus dukung jalannya perundingan damai di Doha," imbuhnya.
(esn)
Lihat Juga :