Meski Dilarang AS, Perusahaan Turki Terus Produksi Suku Cadang F-35

Kamis, 24 Desember 2020 - 09:08 WIB
Pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Gary Cameron
ANKARA - Perusahaan Turki terus memproduksi suku cadang jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin meskipun ada larangan dari Amerika Serikat (AS) .

Washington telah mengeluarkan Ankara dari Program Jet Tempur F-35 pada tahun 2019 setelah mengabaikan peringatan AS agar tidak membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.



AS percaya bahwa pesawat tempur F-35 tidak dapat hidup berdampingan dengan platform pengumpulan intelijen Rusia yang dapat digunakan untuk melawan pesawat tempur. (Baca: Presiden Iran Prediksi Trump Senasib dengan Saddam yang Digantung )

Turki secara resmi dikeluarkan dari Program Jet Tempur F-35 setelah menerima batch pertama dari S-400, yang juga dikenal sebagai "pembunuh jet siluman".

Pada 14 Desember lalu, AS telah menjatuhkan sanksi kepada Presidensi Industri Pertahanan Turki atas pembelian S-400 bersama dengan larangan semua lisensi ekspor AS.

Presidensi Industri Pertahanan, yang juga dikenal sebagai SSB, adalah badan pemerintah yang bertugas mengelola industri pertahanan Turki dan pasokan teknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!