Iran Tolak Saran IAEA untuk Proposal Baru Kesepakatan Nuklir
Jum'at, 18 Desember 2020 - 21:40 WIB
"Tidak akan ada negosiasi ulang tentang kesepakatan itu dan jika kesepakatan itu pulih kembali, tidak perlu ada dokumen baru tentang peran IAEA. IAEA tidak perlu memperumit situasi," papar utusan Iran tersebut. (Lihat Infografis: Akhiri Covid-19, Arab Saudi Mulai Vaksinasi Massal)
Pernyataan utusan Iran itu muncul sehari setelah Kepala IAEA Rafael Grossi mengatakan, “Ada terlalu banyak pelanggaran oleh Iran sebagai tanggapan atas penarikan AS.” (Lihat Video: Polisi Tangkap Peserta Aksi 1812 di Tanah Abang)
“Saya tidak dapat membayangkan bahwa mereka hanya akan mengatakan, 'kami kembali ke titik awal' karena titik satu sudah tidak ada lagi,” ujar Grossi dalam wawancara pada Kamis.
Dia mengatakan, “Ada lebih banyak bahan nuklir dan lebih banyak sentrifugal sekarang di Iran, yang menuntut revisi perjanjian yang ditandatangani antara Iran dan kekuatan dunia pada 2015.”
Terkait dengan itu, Iran telah meningkatkan aktivitas nuklirnya dalam dua tahun terakhir sebagai tanggapan atas penarikan sepihak pemerintahan Presiden AS Donald Trump dari kesepakatan itu pada Mei 2018.
Pernyataan utusan Iran itu muncul sehari setelah Kepala IAEA Rafael Grossi mengatakan, “Ada terlalu banyak pelanggaran oleh Iran sebagai tanggapan atas penarikan AS.” (Lihat Video: Polisi Tangkap Peserta Aksi 1812 di Tanah Abang)
“Saya tidak dapat membayangkan bahwa mereka hanya akan mengatakan, 'kami kembali ke titik awal' karena titik satu sudah tidak ada lagi,” ujar Grossi dalam wawancara pada Kamis.
Dia mengatakan, “Ada lebih banyak bahan nuklir dan lebih banyak sentrifugal sekarang di Iran, yang menuntut revisi perjanjian yang ditandatangani antara Iran dan kekuatan dunia pada 2015.”
Terkait dengan itu, Iran telah meningkatkan aktivitas nuklirnya dalam dua tahun terakhir sebagai tanggapan atas penarikan sepihak pemerintahan Presiden AS Donald Trump dari kesepakatan itu pada Mei 2018.
Lihat Juga :