Ekonomi Arab Saudi Jatuh, Pakar Prediksi Biaya Haji Naik Lebih Mahal
Rabu, 13 Mei 2020 - 13:28 WIB
"Otoritas Saudi dapat menaikkan biaya haji dan umrah untuk membantu mengurangi keparahan defisit anggaran negara," katanya.
Menurut data resmi, umrah dan haji menhasilkan pendapatan USD12 miliar bagi Kerajaan Arab Saudi setiap tahun. Ritual agama berkontribusi 20 persen dari PDB non-minyak negara, dan sekitar tujuh persen dari total PDB.
Sebelumnya, mengutip Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed al-Jadaan, kantor berita resmi SPA melaporkan tarif PPN akan meningkat dari 5 persen menjadi 15 persen pada Juli.
"Anggaran Saudi sangat bergantung pada pendapatan minyak, karena jatuhnya harga minyak sangat memengaruhi pendapatan publik dan menyebabkan defisit anggaran yang tinggi," kata Ibrahim.
Dia menambahkan bahwa menurut data kuartal pertama tahun 2020, defisit telah mencapai 34,1 miliar riyal (USD9,1 miliar). Menurutnya, Riyadh telah mencari alternatif untuk mengimbangi penurunan pendapatan minyak.
Menurut data resmi, umrah dan haji menhasilkan pendapatan USD12 miliar bagi Kerajaan Arab Saudi setiap tahun. Ritual agama berkontribusi 20 persen dari PDB non-minyak negara, dan sekitar tujuh persen dari total PDB.
Sebelumnya, mengutip Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed al-Jadaan, kantor berita resmi SPA melaporkan tarif PPN akan meningkat dari 5 persen menjadi 15 persen pada Juli.
"Anggaran Saudi sangat bergantung pada pendapatan minyak, karena jatuhnya harga minyak sangat memengaruhi pendapatan publik dan menyebabkan defisit anggaran yang tinggi," kata Ibrahim.
Dia menambahkan bahwa menurut data kuartal pertama tahun 2020, defisit telah mencapai 34,1 miliar riyal (USD9,1 miliar). Menurutnya, Riyadh telah mencari alternatif untuk mengimbangi penurunan pendapatan minyak.
Lihat Juga :