Dilanda Gelombang Ke-3 COVID-19, Ibu Kota Korsel Bak Zona Perang
Senin, 14 Desember 2020 - 11:13 WIB
"Daerah ibu kota sekarang menjadi zona perang COVID-19," kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo pada hari Senin (14/12/2020) saat menyampaikan peringatan bahaya wabah tersebut pada pertemuan pemerintah.
Pejabat di Korea Selatan sedang mempertimbangkan apa yang bisa mendekati penguncian Covid-19 pertama di negara itu setelah dua hari rekor kasus infeksi tercatat. Tindakan baru akan membatasi pertemuan hingga 10 orang dan menutup beberapa toko di Seoul untuk pertama kalinya sejak pandemi ini dimulai.
Negara ini melaporkan 1.030 kasus baru infeksi COVID-19 pada Minggu, rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.
Rekor hari Sabtu dipecahkan dengan950 kasus baru yang ditularkan secara lokal, dengan 786 di antaranya ditemukan di wilayah Seoul. Wilayah ibu kota tersebut merupakan rumah bagi setengah dari 52 juta orang di negara itu. (Baca juga: Bos Geng Motor Rebels Ditembak Mati Picu Kekhawatiran Perang Besar-besaran )
Kebangkitan COVID-19 yang berpusat di ibu kota dan daerah sekitarnya telah mendorong Presiden Moon Jae-in untuk meminta maaf di Facebook atas kegagalan pemerintahannya untuk menahan gelombang terbaru.
Pejabat di Korea Selatan sedang mempertimbangkan apa yang bisa mendekati penguncian Covid-19 pertama di negara itu setelah dua hari rekor kasus infeksi tercatat. Tindakan baru akan membatasi pertemuan hingga 10 orang dan menutup beberapa toko di Seoul untuk pertama kalinya sejak pandemi ini dimulai.
Negara ini melaporkan 1.030 kasus baru infeksi COVID-19 pada Minggu, rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.
Rekor hari Sabtu dipecahkan dengan950 kasus baru yang ditularkan secara lokal, dengan 786 di antaranya ditemukan di wilayah Seoul. Wilayah ibu kota tersebut merupakan rumah bagi setengah dari 52 juta orang di negara itu. (Baca juga: Bos Geng Motor Rebels Ditembak Mati Picu Kekhawatiran Perang Besar-besaran )
Kebangkitan COVID-19 yang berpusat di ibu kota dan daerah sekitarnya telah mendorong Presiden Moon Jae-in untuk meminta maaf di Facebook atas kegagalan pemerintahannya untuk menahan gelombang terbaru.
Lihat Juga :