Archipelago Inc: UKM Indonesia Sukses Tembus Pasar Daring Terbesar Dunia
Jum'at, 11 Desember 2020 - 16:01 WIB
Duta Besar RI untuk Kanada Abdul Kadir Jailani. Foto/KBRI Vancouver
VANCOUVER - Sebagai dampak pandemi COVID-19, tren penggunaan platform e-commerce di Kanada meningkat secara signifikan.
Berbagai upaya meningkatkan perdagangan Indonesia dengan Kanada dilakukan, khususnya bagi produk UMKM Indonesia.
KJRI Vancouver bersama Kementerian Perdagangan, ITPC Vancouver, BNI New York, BRI New York menjadi key partner pendirian Archipelago Inc, marketplace online toko produk Indonesia di Amazon.
Sebagai marketplace online produk Indonesia di Amazon, Archipelago Inc diperkirakan dapat menarik exposure luas karena dengan masuk ke dalam ecosystem Amazon diperkirakan mampu menjangkau pengguna aktif Amazon yang mancapai 120 juta orang di seluruh dunia. (Baca Juga: Tangkal Manuver China, Taiwan Kerahkan Kapal Penjaga Pantai Baru)
Archipelago Inc akan masuk dalam pasar Amazon untuk kawasan Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada) yang merupakan pasar Amazon yang terbesar dengan nilai penjualan yang mencapai USD200 miliar per tahun. (Lihat Infografis: Pertama dalam Sejarah AS, Kapal Induk Nuklir Dipimpin Perempuan)
Berbagai upaya meningkatkan perdagangan Indonesia dengan Kanada dilakukan, khususnya bagi produk UMKM Indonesia.
KJRI Vancouver bersama Kementerian Perdagangan, ITPC Vancouver, BNI New York, BRI New York menjadi key partner pendirian Archipelago Inc, marketplace online toko produk Indonesia di Amazon.
Sebagai marketplace online produk Indonesia di Amazon, Archipelago Inc diperkirakan dapat menarik exposure luas karena dengan masuk ke dalam ecosystem Amazon diperkirakan mampu menjangkau pengguna aktif Amazon yang mancapai 120 juta orang di seluruh dunia. (Baca Juga: Tangkal Manuver China, Taiwan Kerahkan Kapal Penjaga Pantai Baru)
Archipelago Inc akan masuk dalam pasar Amazon untuk kawasan Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada) yang merupakan pasar Amazon yang terbesar dengan nilai penjualan yang mencapai USD200 miliar per tahun. (Lihat Infografis: Pertama dalam Sejarah AS, Kapal Induk Nuklir Dipimpin Perempuan)
Lihat Juga :