Malaysia Tahan 1.368 Migran Tanpa Dokumen di Wilayah Lockdown
Selasa, 12 Mei 2020 - 23:01 WIB
“Para migran yang melanggar termasuk kurang dokumen identitas, masa tinggal yang melebihi waktu yang diizinkan, dan memiliki dokumen palsu,” ungkap otoritas Malaysia.
Otoritas berdalih penahanan itu dilakukan untuk menegakkan hukum dan mencegah para migran melakukan perjalanan.
Dengan 6.742 kasus virus corona dan 109 orang meninggal dunia, Malaysia melonggarkan pembatasan awal bulan ini tapi tetap memperketat pembatasan di beberapa wilayah yang mengalami wabah baru corona.
Asia Pacific Refugee Rights Network (APRRN) menyatakan banyak yang ditahan adalah para pencari suaka yang tak terdaftar resmi oleh badan pengungsi PBB, UNHCR.
“Ini benar-benar menempatkan mereka dalam situasi genting karena mereka dikategorikan sebagai migran tanpa dokumen saat mereka lari dari bahaya,” papar kepala kantor program APRRN Rachel Tan.
Otoritas berdalih penahanan itu dilakukan untuk menegakkan hukum dan mencegah para migran melakukan perjalanan.
Dengan 6.742 kasus virus corona dan 109 orang meninggal dunia, Malaysia melonggarkan pembatasan awal bulan ini tapi tetap memperketat pembatasan di beberapa wilayah yang mengalami wabah baru corona.
Asia Pacific Refugee Rights Network (APRRN) menyatakan banyak yang ditahan adalah para pencari suaka yang tak terdaftar resmi oleh badan pengungsi PBB, UNHCR.
“Ini benar-benar menempatkan mereka dalam situasi genting karena mereka dikategorikan sebagai migran tanpa dokumen saat mereka lari dari bahaya,” papar kepala kantor program APRRN Rachel Tan.
Lihat Juga :