Khamenei Dilaporkan Serahkan Kekuasaan karena Masalah Kesehatan
Senin, 07 Desember 2020 - 11:24 WIB
Ahwaze, melalui Twitter, mengatakan sumber-sumber di Iran prihatin dengan kesehatan pemimpin berusia 81 tahun itu, dan orang-orang yang dekat dengannya dilaporkan "sangat prihatin" atas kondisinya yang memburuk.
Lantaran kondis itulah, kekuasaanya dilaporkan telah dialihkan kepada putranya yang berusia 51 tahun, Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, yang saat ini mengawasi beberapa departemen keamanan dan intelijen penting di negara itu. (Baca juga: Media Israel: Ada Rekaman Fakhrizadeh Bicara Tentang Membangun 5 Hulu Ledak Nuklir Iran )
Sumber-sumber Eropa telah menetapkan Mojtaba sebagai calon penerus posisi pemimpin tertinggi Iran selama lebih dari 10 tahun. Media Inggris, The Guardian, bahkan menjulukinya sebagai "penjaga gerbang pemimpin tertinggi Iran" dalam sebuah artikel tahun 2009.
Khamenei berkuasa sejak 1989. Dia mengambil alih kekuasaan setelah kematian pendiri Republik Islam Iran, Ruollah Khomenei. Namun, dia pernah mengalami masalah kesehatan di masa lalu, dan pada 2014 menjalani operasi prostat. Menurut media Prancis, Le Figaro, pada 2015, sumber-sumber Barat percaya pemimpin tertinggi itu menderita kanker prostat.
Lantaran kondis itulah, kekuasaanya dilaporkan telah dialihkan kepada putranya yang berusia 51 tahun, Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, yang saat ini mengawasi beberapa departemen keamanan dan intelijen penting di negara itu. (Baca juga: Media Israel: Ada Rekaman Fakhrizadeh Bicara Tentang Membangun 5 Hulu Ledak Nuklir Iran )
Sumber-sumber Eropa telah menetapkan Mojtaba sebagai calon penerus posisi pemimpin tertinggi Iran selama lebih dari 10 tahun. Media Inggris, The Guardian, bahkan menjulukinya sebagai "penjaga gerbang pemimpin tertinggi Iran" dalam sebuah artikel tahun 2009.
Khamenei berkuasa sejak 1989. Dia mengambil alih kekuasaan setelah kematian pendiri Republik Islam Iran, Ruollah Khomenei. Namun, dia pernah mengalami masalah kesehatan di masa lalu, dan pada 2014 menjalani operasi prostat. Menurut media Prancis, Le Figaro, pada 2015, sumber-sumber Barat percaya pemimpin tertinggi itu menderita kanker prostat.
(min)
Lihat Juga :