Pakar yang Klaim Putin Idap Parkinson dan Kanker Ditangkap Polisi Rusia

Senin, 07 Desember 2020 - 09:46 WIB
Valery Solovey, pakar politik Rusia yang mengklaim Presiden Vladimir Putin mengindap Parkinson dan kanker. Foto/Vladimir Gerdo/TASS
MOSKOW - Pakar politik Rusia , Valery Solovey, ditangkap polisi Rusia saat menghadiri pertemuan massa di Saint Petersburg pada hari Minggu (6/12/2020). Dia dikenal di kalangan media Barat karena mengklaim bahwa Presiden Vladimir Putin mengidap Parkinson dan kanker.

Bagi media Barat, Solovey adalah jendela bagi dunia rahasia Kremlin. Bagi banyak orang Rusia, dia adalah pakar konspirasi yang terkenal kejam. Tapi bagi polisi Rusia, dia adalah buron. (Baca: Dituduh Coba Kudeta Erdogan, Pilot F-16 Turki Dihukum Penjara 648 Tahun )



Surat kabar lokal Fontanka melaporkan bahwa pakar politik itu telah ditahan karena melanggar undang-undang pencegahan virus corona, khususnya yang mewajibkan penggunaan masker. Menurut polisi, dia ditangkap saat unjuk rasa untuk gerakan oposisi "Peremen".

Menurut laporan tersebut, acara tersebut dikacaukan oleh pengunjuk rasa yang melemparkan bom asap dan menyebarkan selebaran. Solovey ditahan dan dibawa ke kantor polisi terdekat.

Komentator veteran politik Rusia tersebut mengatakan kepada surat kabar Novaya Gazeta dari balik jeruji besi bahwa dia “hanya berjalan” melewati pertemuan massa tersebut, dan bahwa para aktivis telah mendekatinya untuk mengajukan pertanyaan.

Solovey telah menjadi sumber serangkaian klaim yang semakin aneh dalam beberapa bulan terakhir tentang Vladimir Putin, di mana dia menuduh pada awal 2016 bahwa presiden akan segera mundur karena alasan kesehatan. Sejauh ini, klaim tersebut gagal terwujud. (Baca juga: IRGC: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Senjata Canggih yang Dikontrol Satelit )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!