10 Sniper Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

Minggu, 06 Desember 2020 - 06:28 WIB
Dalam sejarahnya, sniper (penembak jitu) telah membuktikan diri sebagai mesin perang efektif. Foto/dok
DALAM sejarahnya, sniper (penembak jitu) telah membuktikan diri sebagai mesin perang efektif. Tak hanya dalam medan tempur berhutan, kegarangan sniper telah mengubah medan perkotaan dan gurun pasir menjadi kawasan tempur yang sangat atraktif. Keefektifan peran Sniper ini didukung oleh peralatan yang mumpuni sehingga menjadikannya cukup lihai bermanuver membidik nyawa targetnya. Berikut daftar penembak jarak jauh paling mematikan dalam sejarah.

(Baca juga : Konflik dan Pandemi, PBB: 2021 Dunia Hadapi Krisis Terburuk dalam Sejarah )



1. Simo Häyhä (Tentara Finandia)



Julukan : The White Death

Jumlah korban : 705 pembunuhan yang dikonfirmasi (505 dengan senapan, 200 dengan senapan mesin ringan)

Senjata andalan : Finlandia M / 28-30 dalam 7,62 × 53mmR dengan Tanda Besi dan senapan mesin ringan Suomi KP / -31.

Julukan The White Death yang disematkan untuk Simo Hayha bukanlah sembarang julukan. Ia

mendapatkan julukan tersebut karena semua aksinya dilakukan di saat musim salju berlangsung. Di saat orang normal kesulitan di saat musim salju, Simo Hayha, dengan tenang dan tepat, berhasil menjatuhkan ratusan orang dengan senapannya. Simo Hayha adalah tentara Finlandia yang berhasil membuat rekor 705 korban. Sebanyak 505 korban ia tembak menggunakan senapan, dan sisanya ditembak menggunakan sub-machine gun. (Baca: 10 Pertempuran Paling Sengit Sepanjangn Sejarah)

2. Carlos Norman Hathcock II (Tentara marinir Amerika Serikat)



Julukan : 'Lông Trung du Kich' ('White Feather Sniper')

Jumlah korban : 93 Pembunuhan yang dikonfirmasi

Senjata andalan : Winchester Model 70 in .30-06 with 8x Unertl scope

Perang Vietnam yang melibatkan Amerika Serikat dengan Vietnam berlangsung cukup lama dan

melibatkan banyak pasukan. Selain Adelbert F. Waldron III dan Charles Benjamin Mawhinney, masih

ada satu orang penembak jitu lagi yang turut ambil bagian dalam perang tersebut. Penembak tersebut adalah Carlos Norman Hathcock II. Diberi julukan White Feather, Carlos membukukan rekor 93 korban. Aksinya tersebut dianggap sangat merepotkan pihak lawan. Hal itu membuat dirinya mendapatkan nilai buruan sebesar USD30.000 bagi siapapun yang bisa membunuhnya.

(Baca juga : Akhir Pahit Yoel Romero Petarung UFC Terhebat Tinggalkan UFC )

3. Adelbert F. Waldron (Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS)



Jumlah korban : 109 pembunuhan yang dikonfirmasi

Senjata andalan : M-21 semi-otomatis di 7.62 NATO dengan cakupan ART Leatherwood 3-9x lulus ke 600 yard

Di sebuah pasukan, pasti ada pembagian tugas untuk beberapa tentara. Ada yang maju paling depan, ada yang bertugas sebagai mata-mata, medis dan ada juga yang berperan sebagai penembak jarak jauh alias sniper. Seperti yang dialami oleh Adelbert F. Waldron III, dirinya mendapat tugas sebagai penembak jarak jauh. (Baca juga: 5 Pelabuhan Kapal Pesiar di Indonesia, Tengok Fasilitasnya)

Bertugas saat Perang Vietnam yang berlangsung dari 1955 sampai 1975, Waldron adalah sniper asal Amerika yang begitu ditakuti. Selama perannya sebagai sniper, total sudah 109 korban berhasil ia jatuhkan. Rekor ini tetap terus dipegang olehnya sampai tahun 2011 sebagai sniper Amerika dengan rekor korban paling banyak.

4. Corporal Francis Pegahmagabow (Tentara Kanada)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!