10 Agresi Militer Terhadap Target Sipil Paling Brutal di Dunia

Minggu, 29 November 2020 - 06:27 WIB
Pembantaian Manila merupakan kekejaman yang dilakukan terhadap warga sipil di Kota Manila oleh pasukan Jepang selama Perang Dunia II (3 Februari-3 Maret 1945) ). Jumlah korban tewas warga sipil untuk pertempuran Manila sekitar 100.000 orang.

Pembantaian Manila adalah salah satu dari beberapa kejahatan perang besar yang dilakukan oleh Tentara Jepang. Komandan jenderal Jepang, Tomoyuki Yamashita, dan kepala stafnya Akira Muto, bertanggung jawab atas pembantaian dan kejahatan perang ini. Yamashita dieksekusi pada 23 Februari 1946 dan Mutō pada 23 Desember 1948. (Baca juga: Memiliki Efek Mengerikan, Inilah 4 Ranjau Darat Paling Mematikan)

8. Pembantaian Guangzhou (878-879)



Pembantaian Guangzhou adalah pembantaian penduduk kota pelabuhan Guangzhou pada 878–879 oleh pasukan pemberontak Huang Chao yang berusaha menggulingkan Dinasti Tang. Para korban termasuk puluhan ribu pedagang asing, terutama orang Arab dan Persia. Jumlah korban diperkirakan mencapai 120.000-200.000 orang. Pembantaian Yangzhou terjadi di mana pemberontak China membantai komunitas pedagang Arab dan Persia yang

kaya.

9. Pengeboman Dresden (13-15 Februari 1945)



Pemboman Dresden adalah serangan bom udara Inggris/ AS terhadap Kota Dresden, Jerman selama Perang Dunia II. Dalam empat serangan antara 13 dan 15 Februari 1945, 722 pembom berat Angkatan Udara Britania Raya (RAF) dan 527 Pasukan Angkatan Udara AS (USAAF) menjatuhkan lebih dari 3.900 ton bom bahan peledak tinggi. Pengeboman itu menghancurkan lebih dari 1.600 hektare (6,5 km2) pusat kota. Diperkirakan 22.700 hingga 25.000 orang tewas akibat pengeboman itu.

10. Pemberontakan Shimabara (1637-1638)



Pemberontakan Shimabara adalah pemberontakan bersenjata pada awal zaman Edo yang melibatkan kaum petani, orang Kristen dan ronin di wilayah semenanjung Shimabara, Provinsi Hizen, Jepang. Pemberontakan berlangsung dari tahun 1637-1638 dan merupakan pemberontakan besar pertama sejak penyatuan Jepang di bawah kekuasaan Keshogunan Tokugawa. (Baca juga: 10 Lagu Rock Terpanjang yang Pernah Dirilis)

Keshogunan Tokugawa mengirimkan lebih dari 125.000 prajurit untuk mengepung para pemberontak yang bertahan di Istana Hara. Setelah pemberontakan dipadamkan, pemimpin pemberontak Amakusa Shiro dipancung dan Kekristenan dilarang.

Sumber: www.listverse.com
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!