Jutaan Cerpelai Dibantai, PM Denmark Menangis dan Minta Maaf

Jum'at, 27 November 2020 - 08:19 WIB
Pada awal November, Denmark—yang merupakan pengekspor bulu cerpelai terbesar di dunia—mengumumkan akan memusnahkan lebih dari 15 juta ekor cerpelai di negara itu setelah versi mutasi dari virus corona baru ditemukan dan diyakini dapat membahayakan keefektifan vaksin di masa depan.

Namun, beberapa hari kemudian pemerintah mengakui tidak memiliki dasar hukum yang memadai untuk memerintahkan tindakan tersebut.

Menteri Pertanian Mogens Jensen meminta maaf dan akhirnya mengundurkan diri minggu lalu.

Menyusul pengunduran diri Jensen, Kementerian Kesehatan menyimpulkan bahwa potensi ancaman terhadap vaksin Covid-19 untuk manusia “sangat mungkin padam", dengan tidak adanya kasus baru dari versi mutasi virus corona.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!