Misteri China Menutup Darurat Laboratorium Wuhan pada Oktober 2019
Senin, 11 Mei 2020 - 15:55 WIB
Baik Presiden Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mendukung hipotesa bahwa ada kebocoran virus corona baru dari laboratorium di Wuhan.
Sedangkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison mendukung hipotesa bahwa pasar basah di Wuhan sebagai sumber virus, sambil menyerukan penyelidikan ke asal-usul wabah yang sebenarnya.
Senator AS Marco Rubio, yang merupakan anggota Komite Intelijen Senat AS, meramaikan misteri penutupan Institut Virologi Wuhan pada Oktober tahun lalu.
"Akan menarik jika seseorang menganalisis data telemetri komersial di dan dekat lab Wuhan dari Oktober hingga Desember 2019," tulis Rubio di Twitter.
"Jika itu menunjukkan aktivitas drop-off yang dramatis dibandingkan dengan 18 bulan sebelumnya, itu akan menjadi indikasi kuat tentang insiden di laboratorium dan kapan itu terjadi," lanjut dia.
Sementara itu, pemerintah China meluapkan kemarahannya atas sekitar 24 tuduhan "tidak masuk akal" beberapa politisi AS tentang penanganan pandemi virus corona baru. (Baca juga: China Marah, Sebut 24 Tuduhan AS soal COVID-19 Tak Masuk Akal )
Sedangkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison mendukung hipotesa bahwa pasar basah di Wuhan sebagai sumber virus, sambil menyerukan penyelidikan ke asal-usul wabah yang sebenarnya.
Senator AS Marco Rubio, yang merupakan anggota Komite Intelijen Senat AS, meramaikan misteri penutupan Institut Virologi Wuhan pada Oktober tahun lalu.
"Akan menarik jika seseorang menganalisis data telemetri komersial di dan dekat lab Wuhan dari Oktober hingga Desember 2019," tulis Rubio di Twitter.
"Jika itu menunjukkan aktivitas drop-off yang dramatis dibandingkan dengan 18 bulan sebelumnya, itu akan menjadi indikasi kuat tentang insiden di laboratorium dan kapan itu terjadi," lanjut dia.
Sementara itu, pemerintah China meluapkan kemarahannya atas sekitar 24 tuduhan "tidak masuk akal" beberapa politisi AS tentang penanganan pandemi virus corona baru. (Baca juga: China Marah, Sebut 24 Tuduhan AS soal COVID-19 Tak Masuk Akal )
Lihat Juga :