Krisis Makam Bikin Muslim Prancis Frustrasi di Tengah Pandemi COVID-19

Rabu, 15 April 2020 - 21:52 WIB
Dalam sebuah pernyataan, Dewan Imam Muslim Perancis (CFCM) mengatakan pihaknya merasa frustrasi dengan lambatnya tanggapan bahkan jika Macron dan juga Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner mengatakan mereka akan memastikan Muslim yang meninggal selama pandemi tersebut dimakamkan menurut ajaran Islam.

“Setiap kali ada kesulitan yang dilaporkan kepadanya, CFCM secara sistematis menghubungi walikota kota yang bersangkutan untuk menemukan solusi. Namun, jelas bahwa beberapa solusi ini lambat datangnya, membuat keluarga menjadi cemas, khawatir dan salah paham,” kata badan perwakilan itu.

"Dalam periode bersejarah yang sedang kita lalui ini, kami dengan sungguh-sungguh meminta walikota di Prancis untuk bertanggung jawab atas penderitaan dan kesedihan keluarga-keluarga ini yang telah kehilangan orang yang dicintai dan yang menemukan diri mereka dalam kesulitan besar dalam mengubur almarhum," tambahnya seperti dikutip dari The National, Rabu (15/4/2020).

CFCM, yang memiliki kontak dekat dengan pemerintah di Paris, harus menyetujui langkah-langkah luar biasa bagi umat Islam dalam menghadapi darurat kesehatan global.

Ritual memandikan jenazah harus dikurangi karena kekhawatiran hal itu bisa menyebarkan virus. Demikian pula, pertemuan harus dikurangi secara signifikan. Masjid-masjid telah ditutup di Prancis, seperti halnya di seluruh dunia.

Ketakutan terbesar para pemimpin Muslim Prancis adalah jenazah-jenazah tersebut dikremasi tanpa kehadiran keluarga, meskipun hal ini telah dikesampingkan oleh otoritas Prancis. Dalam skenario terburuk, dibuat kelonggaran bagi jenazah dikubur di luar pemakaman Muslim untuk digali dan dikuburkan kembali sesuai dengan tradisi setelah krisis berakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!