Kenakan Kaos Kuning, Ribuan Loyalis Kerajaan Thailand Turun ke Jalan

Selasa, 27 Oktober 2020 - 20:48 WIB
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha telah mengabaikan tuntutan untuk mundur dan mengatakan krisis harus dibahas di parlemen, di mana pendukungnya mayoritas, selama sesi darurat pada hari Senin dan Selasa pekan ini.

Partai-partai oposisi mengatakan kepadanya bahwa dia harus mundur demi kebaikan negara dan berhenti menggunakan dukungan yang diproklamirkannya kepada monarki sebagai argumen untuk mempertahankan kekuasaan.(Baca juga: Demonstran Beri Waktu Tiga Hari pada PM Thailand untuk Mundur )

Lawan-lawan Prayuth mengatakan dia hanya mempertahankan kekuasaan pada pemilihan tahun lalu berkat aturan pemilihan dan konstitusi yang dibuat oleh junta militer yang dipimpinnya setelah kudeta 2014. Dia mengatakan bahwa pemungutan suara itu berlangsung adil.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!