Pro Kontra Publik Respons Dukungan Paus pada Serikat Seks Sesama Jenis
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 20:15 WIB
"Pernyataan Paus jelas-jelas bertentangan dengan apa yang telah lama menjadi ajaran Gereja tentang serikat seks sesama jenis," kata Tobin dalam pernyataannya, dilansir oleh Loopnewsbarbados.com. “Gereja tidak dapat mendukung penerimaan hubungan yang secara obyektif tidak bermoral itu.” (Lihat Infografis: CN-235 PTDI Siap Bersaing dalam Tender Pesawat Patroli Malaysia)
Di Karibia, dukungan Paus untuk serikat seks sesama jenis juga mendapat respons yang beragam. (Lihat Video: Tak Hanya Nama Jalan, UEA Segera Bangun Masjid Presiden Jokowi)
Banyak orang menggunakan media sosial membagikan pemikiran mereka. Beberapa orang mendukung, sementara yang lain mengecam Paus dengan hukuman abadi dan api neraka.
"Hai, Tuan Paus John Fransis, apimu menunggu. Juga untuk semua yang setuju denganmu. Kambing tak bertuhan!" seorang wanita memposting pendapatnya di Facebook.
Menanggapi komentar keras itu, seseorang memposting, "Anda harus melihat papan di mata Anda sendiri terlebih dahulu daripada menghakimi orang lain. Semua dosa adalah sama, mengapa Anda tidak melihat diri Anda? Tuhan menciptakan kita semua secara berbeda karena suatu alasan dan ini ujian kita untuk melihat bagaimana kita memperlakukan satu sama lain. Apa yang terjadi pada seseorang bukanlah urusan Anda yang gagal."
Yang lain menyuarakan dukungannya untuk sikap Paus Fransiskus dan memposting di Facebook, "Kata-kata yang bagus, sudah saatnya kita berhenti membiarkan keyakinan pribadi menginjak-injak hak asasi manusia orang lain."
Di Karibia, dukungan Paus untuk serikat seks sesama jenis juga mendapat respons yang beragam. (Lihat Video: Tak Hanya Nama Jalan, UEA Segera Bangun Masjid Presiden Jokowi)
Banyak orang menggunakan media sosial membagikan pemikiran mereka. Beberapa orang mendukung, sementara yang lain mengecam Paus dengan hukuman abadi dan api neraka.
"Hai, Tuan Paus John Fransis, apimu menunggu. Juga untuk semua yang setuju denganmu. Kambing tak bertuhan!" seorang wanita memposting pendapatnya di Facebook.
Menanggapi komentar keras itu, seseorang memposting, "Anda harus melihat papan di mata Anda sendiri terlebih dahulu daripada menghakimi orang lain. Semua dosa adalah sama, mengapa Anda tidak melihat diri Anda? Tuhan menciptakan kita semua secara berbeda karena suatu alasan dan ini ujian kita untuk melihat bagaimana kita memperlakukan satu sama lain. Apa yang terjadi pada seseorang bukanlah urusan Anda yang gagal."
Yang lain menyuarakan dukungannya untuk sikap Paus Fransiskus dan memposting di Facebook, "Kata-kata yang bagus, sudah saatnya kita berhenti membiarkan keyakinan pribadi menginjak-injak hak asasi manusia orang lain."
Lihat Juga :