Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Kamis, 07 Mei 2020 - 08:23 WIB
Denman dan Berry adalah dua di antara 17 orang yang ditangkap karena diduga menjadi bagian dari pasukan invasi yang berencana untuk membunuh Maduro tetapi berhasil dicegat pada Minggu pagi di lepas pantai, sekitar 40 menit dari Ibu Kota Caracas. Delapan lainnya yang diduga penyerang tewas.
"Mereka telah mengakui kesalahan mereka, mereka melanggar hukum internasional, mereka melanggar hukum Venezuela," ungkap Maduro.
"Mereka ada di tangan keadilan sekarang dan kami menjamin akan ada keadilan dalam kasus ini terhadap warga Amerika ini dan tentara bayaran lainnya, dan bahwa kebenaran akan terwujud," ujarnya
Maduro pun mengulangi tuduhannya bahwa Trump berada tepat di belakang serangan itu. Ia mengklaim Trump mengontrak seorang mantan petugas medis militer AS, Jordan Goudreau, untuk melatih pasukan tentara bayaran.
"Presiden Donald Trump adalah pemimpin langsung dari seluruh serangan," kata Maduro, yang menunjukkan video di mana Denman mengaku dia disewa oleh Goudreau untuk misi yang bertujuan untuk mengendalikan bandara internasional di Caracas.
Maduro menggambarkannya sebagai "remake" dari invasi Teluk Babi 1961 yang gagal, ketika orang-orang buangan Kuba secara diam-diam dibiayai dan diarahkan oleh pemerintah AS berusaha menggulingkan pemimpin Kuba, Fidel Castro.
"Mereka telah mengakui kesalahan mereka, mereka melanggar hukum internasional, mereka melanggar hukum Venezuela," ungkap Maduro.
"Mereka ada di tangan keadilan sekarang dan kami menjamin akan ada keadilan dalam kasus ini terhadap warga Amerika ini dan tentara bayaran lainnya, dan bahwa kebenaran akan terwujud," ujarnya
Maduro pun mengulangi tuduhannya bahwa Trump berada tepat di belakang serangan itu. Ia mengklaim Trump mengontrak seorang mantan petugas medis militer AS, Jordan Goudreau, untuk melatih pasukan tentara bayaran.
"Presiden Donald Trump adalah pemimpin langsung dari seluruh serangan," kata Maduro, yang menunjukkan video di mana Denman mengaku dia disewa oleh Goudreau untuk misi yang bertujuan untuk mengendalikan bandara internasional di Caracas.
Maduro menggambarkannya sebagai "remake" dari invasi Teluk Babi 1961 yang gagal, ketika orang-orang buangan Kuba secara diam-diam dibiayai dan diarahkan oleh pemerintah AS berusaha menggulingkan pemimpin Kuba, Fidel Castro.
Lihat Juga :