Istana Kerajaan Malaysia Tunda Semua Pertemuan karena Lockdown Covid

Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:34 WIB
Raja lebih banyak memiliki peran seremonial tapi dapat menunjuk perdana menteri yang dia anggap memiliki dukungan mayoritas anggota parlemen. Pemerintahan baru biasanya dipilih di Malaysia tapi raja memainkan peran dalam kondisi tertentu.

Awal tahun ini, dalam pertarungan politik yang panas, pemerintahan yang dipimpin PM Mahathir Mohamad harus mengundurkan diri dan raja memilih Muhyiddin sebagai PM setelah bertemu semua anggota parlemen untuk mengetahui siapa yang mereka dukung.

Para pengkritik menyebut Muhyiddin mencuri kekuasaan dengan mengubah aliansi dan bukan berasal dari hasil pemilu.

Jika Anwar berhasil merebut kursi PM, maka itu akan menjadi puncak dari 22 tahun pertarungan panjangnya, termasuk hampir 10 tahun di penjara atas berbagai dakwaan yang dia sangkal.

Itu juga berarti Malaysia akan memiliki perdana menteri ketiga tahun ini.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!