Rusia: Kyrgyzstan dalam Kekacauan dan Perlu Distabilkan
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 03:03 WIB
Warga berunjuk rasa di Bishkek, Kyrgyzstan, 7 Oktober 2020. Foto/REUTERS
MOSKOW - Rusia menyatakan Kyrgyzstan terjatuh dalam kekacauan dan Moskow diwajibkan oleh traktat keamanan untuk mencegah kehancuran total negara itu.
Saat ini berbagai kelompok mengklaim kekuasaan dalam kerusuhan pascapemilu di negara itu. Kyrgyzstan yang menjadi lokasi pangkalan udara Rusia itu mengalami kekacauan sejak pemilu parlemen Minggu lalu.
Para pengkritik pemerintah dan pemantau dari Barat menyebut pemilu itu dipenuhi kecurangan berupa pembelian suara. Demonstran menyerang gedung-gedung pemerintah pada Selasa dan berbagai kelompok mengklaim mereka telah memegang kekuasaan.
Parlemen gagal mencapai kuorum dalam sidang tadi malam untuk menyepakati siapa yang harus mengambil alih posisi para menteri yang keluar. Situasi ini pun semakin memperpanjang kekosongan kekuasaan.
“Situasi terlihat seperti berantakan dan kacau,” ungkap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut kewajiban Rusia sesuai traktat keamanan antara dua negara untuk menghindari keruntuhan total pemerintahan.
Dia tidak mengatakan apa aksi Rusia yang akan diambil tapi mengonfirmasi bahwa Kepala Badan Rahasia Rusia, FSB, Alexander Bortnikov telah berbicara dengan Kepala Pelaksana Keamanan Kyrgysztan , Omurbek Suvanaliyev pada Rabu (7/10).
Saat ini berbagai kelompok mengklaim kekuasaan dalam kerusuhan pascapemilu di negara itu. Kyrgyzstan yang menjadi lokasi pangkalan udara Rusia itu mengalami kekacauan sejak pemilu parlemen Minggu lalu.
Para pengkritik pemerintah dan pemantau dari Barat menyebut pemilu itu dipenuhi kecurangan berupa pembelian suara. Demonstran menyerang gedung-gedung pemerintah pada Selasa dan berbagai kelompok mengklaim mereka telah memegang kekuasaan.
Parlemen gagal mencapai kuorum dalam sidang tadi malam untuk menyepakati siapa yang harus mengambil alih posisi para menteri yang keluar. Situasi ini pun semakin memperpanjang kekosongan kekuasaan.
“Situasi terlihat seperti berantakan dan kacau,” ungkap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut kewajiban Rusia sesuai traktat keamanan antara dua negara untuk menghindari keruntuhan total pemerintahan.
Dia tidak mengatakan apa aksi Rusia yang akan diambil tapi mengonfirmasi bahwa Kepala Badan Rahasia Rusia, FSB, Alexander Bortnikov telah berbicara dengan Kepala Pelaksana Keamanan Kyrgysztan , Omurbek Suvanaliyev pada Rabu (7/10).
Lihat Juga :