Investigasi Hubungan Trump-Rusia, Eks Bos FBI Akui Lakukan Kesalahan 'Memalukan'

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 02:34 WIB
Pada saat yang sama, pria 59 tahun itu mengatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa FBI dan karyawannya melakukan hal-hal buruk dengan sengaja, merujuk pada pengacara FBI yang memalsukan email untuk mendukung pengawasan badan itu terhadap mantan penasihat kampanye Donald Trump, Page Carter.

Ketua Komite Kehakiman Senat AS, Lindsey Graham mengatakan, kelalaian dan kesalahan yang dibuat oleh FBI ketika sedang menyelidiki dugaan hubungan antara kampanye Trump dan Rusia "tidak acak", tetapi berorientasi pada politik.

"Mereka mencoba menjatuhkan presiden," kata Graham dalam sidang.

"Yang paling mengejutkan saya adalah bahwa Direktur FBI yang bertanggung jawab atas penyelidikan ini, yang melibatkan presiden yang sedang menjabat, sama sekali tidak tahu apa-apa tentang informasi yang diperoleh agensinya untuk menimbulkan kecurigaan atas dokumen tersebut," tuturnya lagi.

Untuk pernyataan itu, Comey menjawab bahwa jika ia menyadari kesalahan tersebut, dirinya tidak akan menyetujui pengawasan terhadap penasihat Trump.

Sementara itu , Direktur Intelijen Nasional AS, John Ratcliffe, baru-baru ini mengirim surat kepada Komite Kehakiman Senat di mana dia mengatakan bahwa pada tahun 2016, intelijen Rusia mengirim informasi kepada para pejabat AS bahwa Hillary Clinton telah memberi lampu hijau untuk sebuah proposal menjelekkan Donald Trump dengan mengaduk-aduk skandal yang mengklaim gangguan oleh layanan keamanan Rusia.(Baca juga: Iran dan Israel, Alasan Negara Teluk Berharap Trump Terpilih Kembali )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!