Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
Selasa, 28 Juli 2026 - 10:20 WIB
Al-Zouba mengatakan pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi, siap menghadapi eskalasi, dan bahwa baku tembak terjadi di sepanjang garis depan tempat wilayah yang dikuasai Houthi bertemu dengan wilayah yang dikuasai pemerintah, tetapi belum ada serangan yang dilancarkan.
Hampir 20 pejuang dari kedua pihak tewas awal bulan ini selama bentrokan antara Houthi dan pasukan pemerintah di sekitar Hodeidah.
Ratusan ribu orang telah tewas di Yaman sejak perang pecah pada tahun 2014, ketika Houthi merebut ibu kota, Sanaa, dan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi akhirnya melarikan diri ke Riyadh.
Arab Saudi memimpin koalisi Arab dalam kampanye untuk menggulingkan Houthi dari tahun 2015 hingga gencatan senjata tahun 2022.
Hingga tahun 2026, Houthi tetap berkuasa di ibu kota dan bagian lain Yaman. Sementara itu, ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dituduh Riyadh mendukung kelompok separatis selatan di Yaman, telah memengaruhi perkembangan di lapangan.
Warga sipil Yaman telah membayar harga terberat, dengan perkiraan 377.000 orang meninggal antara tahun 2015 dan awal tahun 2022, sebagian besar akibat dampak lanjutan perang, seperti kelaparan dan penyakit.
Hampir 20 pejuang dari kedua pihak tewas awal bulan ini selama bentrokan antara Houthi dan pasukan pemerintah di sekitar Hodeidah.
Ratusan ribu orang telah tewas di Yaman sejak perang pecah pada tahun 2014, ketika Houthi merebut ibu kota, Sanaa, dan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi akhirnya melarikan diri ke Riyadh.
Arab Saudi memimpin koalisi Arab dalam kampanye untuk menggulingkan Houthi dari tahun 2015 hingga gencatan senjata tahun 2022.
Hingga tahun 2026, Houthi tetap berkuasa di ibu kota dan bagian lain Yaman. Sementara itu, ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dituduh Riyadh mendukung kelompok separatis selatan di Yaman, telah memengaruhi perkembangan di lapangan.
Warga sipil Yaman telah membayar harga terberat, dengan perkiraan 377.000 orang meninggal antara tahun 2015 dan awal tahun 2022, sebagian besar akibat dampak lanjutan perang, seperti kelaparan dan penyakit.
(ahm)
Lihat Juga :