Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:21 WIB
Kemudian, Issa Amro, pendiri kelompok Youth Against Settlements, mengatakan serangan Israel yang sedang berlangsung bukanlah hal baru tetapi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

“Setiap hari kami menderita akibat kekerasan dan teror Israel, dan tentara tidak melakukan apa pun untuk melindungi warga Palestina,” katanya kepada Al Jazeera.

“Dan jika Anda sebagai warga Palestina mencoba melindungi atau membela anak-anak Anda, rumah Anda, harta benda Anda, Anda akan diserang dan dipukuli, ditahan, atau ditembak.”

Amro mengatakan seorang pemukim kembali untuk mengancam rumahnya setelah memukulinya beberapa minggu yang lalu. “Dia berkata kepada saya, ‘Saya di sini untuk mengambil rumah Anda dan mengusir Anda, dan pemerintah adalah milik kami, militer dan polisi adalah milik kami.’ Inilah yang kami sebut pembersihan etnis.”

Ia menambahkan bahwa lebih dari 20 komunitas Palestina telah ditinggalkan dalam beberapa tahun terakhir karena kekhawatiran akan serangan Israel.

“Mereka meninggalkan komunitas mereka sepenuhnya. Kita berbicara tentang ratusan keluarga Palestina yang meninggalkan rumah mereka, meninggalkan tanah mereka, desa mereka.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!