Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:22 WIB
“Saya hanya mengatakan bahwa untuk melakukannya, mereka harus menjadi anggota Perjanjian Abraham, yang telah sangat sukses,” tambah presiden AS. “Tetapi sekarang saatnya mereka melakukannya.”

Washington dan Riyadh telah menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir untuk membangun program nuklir sipil di kerajaan tersebut pada hari Rabu.

Namun sehari kemudian, Trump mengumumkan syarat baru di media sosial, mengatakan bahwa Arab Saudi harus terlebih dahulu menormalisasi hubungan dengan Israel.

Ia mengulangi posisi tersebut pada hari Jumat.

Trump mengatakan dia tidak membicarakan kesepakatan itu dengan Menteri Energi Chris Wright sebelum kesepakatan itu ditandatangani, “tetapi itu selalu dipahami, dan Chris tahu, dan Arab Saudi tahu”.

Arab Saudi belum menanggapi pernyataan terbaru Trump yang mengaitkan kesepakatan nuklir dengan normalisasi.

Namun Riyadh telah lama bersikeras bahwa mereka tidak akan menjalin hubungan formal dengan Israel sampai ada jalan yang jelas bagi pembentukan negara Palestina, yang ditentang keras oleh pemerintah Israel saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!