Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:29 WIB
Kemungkinan besar tindakan militer oleh Kuwait dan Bahrain tidak akan mengubah hasil perang. AS dan Israel melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran awal tahun ini.
Perpanjangan gencatan senjata yang ditandatangani pada bulan Juni hampir sepenuhnya gagal, dengan Iran menyerang negara-negara Teluk dan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Arab Saudi bergabung dengan AS dalam menyerang Iran pada awal konflik, kemudian beralih mendukung mediasi oleh Pakistan. Riyadh memang memberikan AS akses yang lebih luas ke wilayah udara dan pangkalan-pangkalan mereka.
UEA mengambil posisi paling aktif awal tahun ini, melancarkan puluhan serangan terhadap Republik Islam Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada hari Kamis bahwa ia sedang mempertimbangkan "serangan besar-besaran" terhadap Iran.
Militer AS mengatakan Jumat menandai malam ke-13 berturut-turut serangan terhadap Iran.
Baca juga: Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Perpanjangan gencatan senjata yang ditandatangani pada bulan Juni hampir sepenuhnya gagal, dengan Iran menyerang negara-negara Teluk dan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Arab Saudi bergabung dengan AS dalam menyerang Iran pada awal konflik, kemudian beralih mendukung mediasi oleh Pakistan. Riyadh memang memberikan AS akses yang lebih luas ke wilayah udara dan pangkalan-pangkalan mereka.
UEA mengambil posisi paling aktif awal tahun ini, melancarkan puluhan serangan terhadap Republik Islam Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada hari Kamis bahwa ia sedang mempertimbangkan "serangan besar-besaran" terhadap Iran.
Militer AS mengatakan Jumat menandai malam ke-13 berturut-turut serangan terhadap Iran.
Baca juga: Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
(sya)
Lihat Juga :