Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Jum'at, 24 Juli 2026 - 22:38 WIB
Fatah mengatakan serangan baru-baru ini termasuk pembakaran rumah dan lahan pertanian, penembakan, perusakan properti, dan pencabutan pohon – taktik yang, menurut mereka, bertujuan menyebarkan teror dan mengusir warga Palestina dari tanah mereka.
Gerakan itu juga menyebutkan provokasi di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem, yang dipimpin Ben-Gvir.
Kelompok itu mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan, dan Mahkamah Pidana Internasional memberikan perlindungan internasional bagi warga Palestina dan mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai "kebijakan impunitas".
Sementara itu, investigasi awal militer Israel menemukan penembakan di dekat desa Tal yang menewaskan seorang warga Israel dan sejumlah warga Palestina, tidak direncanakan sebelumnya, menurut Radio Angkatan Darat Israel.
Sekelompok warga Israel sedang berkeliling Area A dan B di dekat bukit di luar desa pada hari Jumat tanpa berkoordinasi dengan militer sebelumnya, kata penyiar itu, mengutip investigasi tersebut. Dikatakan militer menganggap pergerakan yang tidak terkoordinasi seperti itu berbahaya.
Warga Palestina mendekati kelompok tersebut setelah mereka memasuki Tal, yang menyebabkan pertikaian antara kedua pihak, menurut laporan tersebut.
Gerakan itu juga menyebutkan provokasi di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem, yang dipimpin Ben-Gvir.
Kelompok itu mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan, dan Mahkamah Pidana Internasional memberikan perlindungan internasional bagi warga Palestina dan mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai "kebijakan impunitas".
Sementara itu, investigasi awal militer Israel menemukan penembakan di dekat desa Tal yang menewaskan seorang warga Israel dan sejumlah warga Palestina, tidak direncanakan sebelumnya, menurut Radio Angkatan Darat Israel.
Sekelompok warga Israel sedang berkeliling Area A dan B di dekat bukit di luar desa pada hari Jumat tanpa berkoordinasi dengan militer sebelumnya, kata penyiar itu, mengutip investigasi tersebut. Dikatakan militer menganggap pergerakan yang tidak terkoordinasi seperti itu berbahaya.
Warga Palestina mendekati kelompok tersebut setelah mereka memasuki Tal, yang menyebabkan pertikaian antara kedua pihak, menurut laporan tersebut.
Lihat Juga :