IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jum'at, 24 Juli 2026 - 13:28 WIB
“Tempat seperti apa pangkalan Amerika di suatu negara? Di mana, tanpa kendali penjaga perbatasan Anda, orang Amerika dan siapa pun yang mereka inginkan, terkadang tahanan dari negara lain masuk dan keluar, penjaga militer AS menegakkan disiplin di sana, bukan penjaga militer Anda, hakim Amerika mengadili kejahatan yang terjadi di sana, bukan hakim Anda, hukum Amerika berlaku di sana, bukan hukum Anda, dan bukan hanya militer Anda, bahkan menteri pertahanan Anda pun tidak berhak masuk tanpa izin dari penjaga AS?” imbuh IRGC.
Lebih lanjut, IRGC menyatakan: “Jadi Amerika-lah yang telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Anda, bukan kami. Kami menyerang tanah yang diduduki oleh tentara AS. Tentara yang tidak mengenal apa pun selain kejahatan.”
“Kemarin, warga Minab yang berduka menguburkan jenazah anak-anak mereka, yang ditemukan saat mencari di bawah reruntuhan. Mereka adalah 168 siswa yang gugur pada hari pertama perang ini dalam serangan tentara Amerika yang membunuh anak-anak (pada 28 Februari 2026). Kejahatan ini terus berlanjut, beberapa di antaranya menggunakan pangkalan Amerika di tanah Yordania. Adalah hak hukum, agama, dan logika kami untuk menargetkan agresor dan pembunuh anak-anak kami dari mana pun mereka menyerang. Terima kasih atas kerja sama Anda.”
Sementara itu, militer AS mengumumkan bahwa mereka melakukan serangan malam ke-13 terhadap Iran seiring meningkatnya bentrokan terkait jalur perairan Selat Hormuz. Serangan ini berlangsung pada Kamis malam waktu Washington atau Jumat dini hari waktu Teheran.
Sebelumnya, pada hari Kamis, kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengatakan mereka telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, yang berpotensi memperluas perang Iran saat harga minyak internasional mencapai lebih dari USD100 per barel.
Lebih lanjut, IRGC menyatakan: “Jadi Amerika-lah yang telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Anda, bukan kami. Kami menyerang tanah yang diduduki oleh tentara AS. Tentara yang tidak mengenal apa pun selain kejahatan.”
“Kemarin, warga Minab yang berduka menguburkan jenazah anak-anak mereka, yang ditemukan saat mencari di bawah reruntuhan. Mereka adalah 168 siswa yang gugur pada hari pertama perang ini dalam serangan tentara Amerika yang membunuh anak-anak (pada 28 Februari 2026). Kejahatan ini terus berlanjut, beberapa di antaranya menggunakan pangkalan Amerika di tanah Yordania. Adalah hak hukum, agama, dan logika kami untuk menargetkan agresor dan pembunuh anak-anak kami dari mana pun mereka menyerang. Terima kasih atas kerja sama Anda.”
Serangan AS Hari Ke-13
Sementara itu, militer AS mengumumkan bahwa mereka melakukan serangan malam ke-13 terhadap Iran seiring meningkatnya bentrokan terkait jalur perairan Selat Hormuz. Serangan ini berlangsung pada Kamis malam waktu Washington atau Jumat dini hari waktu Teheran.
Sebelumnya, pada hari Kamis, kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengatakan mereka telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, yang berpotensi memperluas perang Iran saat harga minyak internasional mencapai lebih dari USD100 per barel.
Lihat Juga :