Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:15 WIB
Penyebutan terbaru ini sekitar USD8 miliar lebih tinggi dari angka sebelumnya yang dirilis oleh pemerintahan Presiden Donald Trump sebesar USD29 miliar pada bulan Mei.

Hegseth hadir di hadapan komite tersebut ketika pertempuran antara AS dan Iran terus berkecamuk, setelah nota kesepahaman (MoU) yang telah menghentikan serangan sejak 17 Juni runtuh pekan lalu.

Pada hari Senin, menjelang malam ke-10 berturut-turut serangan AS, Trump mengatakan Iran akan "membayar" setelah dua tentara AS lagi tewas selama akhir pekan.

Selama pekan lalu, Trump telah mengancam akan menargetkan pembangkit energi dan jembatan di Iran; mengirim pasukan darat untuk merebut Pulau Kharg Iran; dan mengebom situs bawah tanah yang terkait dengan nuklir yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe.

Serangan sejauh ini menargetkan situs-situs yang digunakan Iran untuk menegaskan pengaruhnya atas Selat Hormuz, titik pengaruh utamanya dalam konflik tersebut.

Sementara itu, Iran telah berjanji untuk terus menyerang aset-aset AS di kawasan tersebut. Serangan terbaru menyebabkan pabrik desalinasi dan pembangkit listrik terbakar di Kuwait, serta lokasi lain di Bahrain dan Yordania.

Kelompok Houthi di Yaman, sekutu dekat Iran, juga telah mendeklarasikan blokade maritim terhadap Arab Saudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!