Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
Minggu, 19 Juli 2026 - 06:36 WIB
"Selain itu, empat tentara AS lainnya dievakuasi secara medis ke rumah sakit Yordania, tetapi kemudian dipulangkan," kata CENTCOM.
Dalam sebuah unggahan di X, Menteri Perang AS Pete Hegseth juga mengonfirmasi kematian dua anggota militer AS. "Pengorbanan mereka hanya memperkuat tekad kita," tulisnya.
Sementara itu, media Iran telah menerbitkan rekaman yang menunjukkan kebakaran besar di Pangkalan Udara Al-Muwaqqar yang dioperasikan AS di Yordania setelah serangan rudal dan drone Iran.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap tempat perlindungan jet tempur dan landasan parkir besar di pangkalan AS di Al-Azraq, Yordania, yang menghancurkan setidaknya dua jet tempur Amerika dan tiga pesawat lainnya, dan menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat lainnya.
Iran telah menyerang fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah, termasuk instalasi di Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman, Irak, dan Suriah, selama seminggu terakhir sebagai balasan atas serangan AS yang kembali terjadi di wilayah Iran setelah runtuhnya gencatan senjata awal bulan ini.
Pada hari Jumat, IRGC mengeklaim telah menargetkan peluncur rudal HIMARS di Kuwait, menyebabkan korban dan kerusakan yang signifikan, dan juga diduga menewaskan banyak personel pasukan khusus Amerika yang ditempatkan di negara tersebut.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump pada Memorandum Kesepahaman Islamabad 14 poin, yang ditandatangani Washington dan Teheran pada 17 Juni sama sekali tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas.
Dalam sebuah unggahan di X, Menteri Perang AS Pete Hegseth juga mengonfirmasi kematian dua anggota militer AS. "Pengorbanan mereka hanya memperkuat tekad kita," tulisnya.
Sementara itu, media Iran telah menerbitkan rekaman yang menunjukkan kebakaran besar di Pangkalan Udara Al-Muwaqqar yang dioperasikan AS di Yordania setelah serangan rudal dan drone Iran.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap tempat perlindungan jet tempur dan landasan parkir besar di pangkalan AS di Al-Azraq, Yordania, yang menghancurkan setidaknya dua jet tempur Amerika dan tiga pesawat lainnya, dan menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat lainnya.
Iran telah menyerang fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah, termasuk instalasi di Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman, Irak, dan Suriah, selama seminggu terakhir sebagai balasan atas serangan AS yang kembali terjadi di wilayah Iran setelah runtuhnya gencatan senjata awal bulan ini.
Pada hari Jumat, IRGC mengeklaim telah menargetkan peluncur rudal HIMARS di Kuwait, menyebabkan korban dan kerusakan yang signifikan, dan juga diduga menewaskan banyak personel pasukan khusus Amerika yang ditempatkan di negara tersebut.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump pada Memorandum Kesepahaman Islamabad 14 poin, yang ditandatangani Washington dan Teheran pada 17 Juni sama sekali tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas.
Lihat Juga :