Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya Hilang

Minggu, 19 Juli 2026 - 05:34 WIB
Sementara itu, media Iran telah menerbitkan rekaman yang menunjukkan kebakaran besar di Pangkalan Udara Al-Muwaqqar yang dioperasikan AS di Yordania setelah serangan rudal dan drone Iran.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap tempat perlindungan jet tempur dan landasan parkir besar di pangkalan AS di Al-Azraq, Yordania, yang menghancurkan setidaknya dua jet tempur Amerika dan tiga pesawat lainnya, dan menyebabkan kerusakan signifikan pada pesawat lainnya.

Iran telah menyerang fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah, termasuk instalasi di Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman, Irak, dan Suriah, selama seminggu terakhir sebagai balasan atas serangan AS yang kembali terjadi di wilayah Iran setelah runtuhnya gencatan senjata awal bulan ini.

Pada hari Jumat, IRGC mengeklaim telah menargetkan peluncur rudal HIMARS di Kuwait, menyebabkan korban dan kerusakan yang signifikan, dan juga diduga menewaskan banyak personel pasukan khusus Amerika yang ditempatkan di negara tersebut.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump pada Memorandum Kesepahaman Islamabad 14 poin, yang ditandatangani Washington dan Teheran pada 17 Juni sama sekali tidak berharga dan tidak memiliki kredibilitas.

"Serangan Amerika yang diperbarui di wilayah Iran merupakan bukti tak terbantahkan lainnya tentang ketidakjujuran, irasionalitas, ketidakandalan, dan sifat jahat AS," katanya.

Mojtaba juga memperingatkan akan adanya serangan balasan Iran di masa mendatang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!