China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump

Jum'at, 17 Juli 2026 - 15:46 WIB
Negara-negara besar Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol, juga mengalami pergeseran ke arah China.

Perubahan ini terjadi setelah memburuknya hubungan dengan Washington selama masa jabatan kedua Trump, yang ditandai dengan perselisihan tarif, tekanan pada sekutu NATO terkait pengeluaran pertahanan, kritik terhadap penolakan Eropa untuk mendukung perang AS melawan Iran, dan seruan berulang-ulang agar Denmark menjual Greenland kepada AS.

Pew juga menemukan pandangan di seluruh Amerika Latin sekarang sedikit lebih condong ke China daripada AS.

Pergeseran ini terjadi setelah Trump secara efektif mengambil alih Venezuela, mengancam tindakan militer terhadap Meksiko, Kolombia, dan Kuba, dan memerintahkan Pentagon untuk menargetkan kapal-kapal di Karibia dengan dalih operasi anti-narkoba.

Mengomentari temuan tersebut, Kedutaan Besar China di Washington mengatakan kepada The Guardian bahwa temuan itu “menunjukkan prestasi tata kelola dan kemajuan pembangunan China diakui secara luas.” Gedung Putih tidak segera memberikan komentar.

Baca juga: Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!