Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:03 WIB
Vance merujuk pada laporan yang menunjukkan sebagian dana tersebut telah sampai ke influencer online yang kemudian menyerangnya dan perjanjian gencatan senjata.

“Ketika saya membuka halaman majalah Time dan saya melihat bahwa ada kampanye pengaruh asing yang didanai untuk menggagalkan kesepakatan yang saya perjuangkan, dan, oh ngomong-ngomong, banyak orang yang menerima uang itu sebenarnya menyerang saya dengan cara yang sama sekali tidak jujur, tanggapan saya terhadap itu adalah: ‘Baiklah, pergilah ke neraka,’” tegas dia.

“Saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan untuk rakyat Amerika. Saya mewakili rakyat Amerika terlebih dahulu,” tambah Vance.

Keretakan yang Semakin Membesar Terkait Perang

Pernyataan Vance muncul di tengah tanda-tanda keretakan yang lebih luas antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Israel terkait pelaksanaan dan tujuan perang melawan Iran.

Wakil presiden mengatakan para pejabat Israel dan sekutu mereka di Amerika Serikat telah berulang kali menyerangnya karena mendukung negosiasi dan menentang kampanye militer tanpa batas waktu.

“Mereka menyerang saya secara obsesif, mengatakan kita seharusnya tidak bernegosiasi dengan Iran, kita seharusnya hanya melanjutkan kampanye militer tanpa batas waktu—dan itu adalah posisi eksplisit mereka,” katanya.

Bulan lalu, Vance secara terbuka menegur anggota pemerintah Israel yang mengkritik perjanjian gencatan senjata yang dinegosiasikan oleh Washington dan Teheran.

“Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia,” katanya kepada wartawan di Gedung Putih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!