Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:03 WIB
Presiden AS Donald Trump juga telah menyatakan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan terhadap tindakan militer Israel yang menurut Washington telah merusak negosiasi.

Perselisihan ini mencerminkan semakin lebarnya jurang pemisah di dalam Partai Republik, khususnya antara tokoh-tokoh senior yang secara tradisional mendukung Israel tanpa syarat dan sayap "America First" yang lebih muda yang semakin skeptis terhadap komitmen militer AS yang berkepanjangan di luar negeri.

Vance, yang pernah bertugas di Irak, telah membangun sebagian besar identitas politiknya di sekitar penentangan terhadap apa yang disebut "perang abadi."

Meskipun awalnya ia menyarankan kehati-hatian atas intervensi langsung AS terhadap Iran, ia kemudian secara terbuka mendukung keputusan Trump melancarkan serangan militer.

Selama wawancara Rogan, Vance mengklaim Trump akan tetap melanjutkan perang terlepas dari tekanan Israel, dengan alasan presiden AS secara independen percaya Iran seharusnya tidak memiliki senjata nuklir.

Ketika ditanya apakah Washington akan melanjutkan kampanye militer terbarunya tanpa pengaruh Israel, Vance menjawab, "Ya."

Iran telah berulang kali menyatakan program nuklirnya bersifat damai dan mereka tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Baca juga: Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!